Chery Mendadak Royal, Siap Gelontorin Rp22 Triliun dan 1.200 Insinyur Buat Bikin Baterai Mobil Listrik

1 week ago 2

Jumat, 4 September 2026 - 11:59 WIB

China, VIVA – Persaingan teknologi mobil listrik di China semakin panas. Chery Automobile kini mulai mengincar teknologi baterai generasi berikutnya dengan menyiapkan pengujian baterai solid-state yang rencananya dimulai tahun depan.

Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan produsen mobil listrik tidak lagi hanya soal desain, fitur, atau kemampuan motor listrik. Teknologi baterai menjadi salah satu bagian penting yang bisa menentukan seberapa jauh sebuah kendaraan dapat melaju dan seberapa cepat teknologi tersebut bisa diterima konsumen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip VIVA dari South China Morning Post, Jumat 4 September 2026, Chairman Chery Automobile, Yin Tongyue, mengungkapkan perusahaan akan menginvestasikan 10 miliar yuan atau sekitar Rp22 triliun dalam dua tahun ke depan untuk pengembangan teknologi baterai baru.

Tidak hanya mengandalkan investasi besar, Chery juga menyiapkan sekitar 1.200 insinyur untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Yin mengatakan Chery tengah menyiapkan sejumlah pendekatan teknologi baterai. Perusahaan tidak ingin terburu-buru memasang baterai solid-state pada kendaraan produksinya sebelum teknologi tersebut benar-benar memenuhi standar keselamatan.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena baterai solid-state memang sering disebut sebagai salah satu teknologi yang berpotensi mengubah perkembangan mobil listrik.

Berbeda dengan baterai lithium-ion yang saat ini banyak digunakan kendaraan listrik, baterai solid-state menggunakan elektrolit berbentuk padat. Teknologi ini berpotensi menghasilkan kepadatan energi lebih tinggi dalam ukuran baterai yang relatif sama.

Bagi pengguna mobil listrik, kepadatan energi menjadi salah satu faktor penting. Semakin besar energi yang dapat disimpan dalam baterai, semakin besar pula peluang kendaraan memiliki jarak tempuh lebih jauh tanpa harus memperbesar ukuran baterainya.

Teknologi tersebut juga dikembangkan dengan harapan dapat meningkatkan aspek keamanan. Namun, bukan berarti baterai solid-state sudah bebas dari berbagai tantangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengembangan baterai jenis ini masih menghadapi persoalan seperti biaya produksi, proses manufaktur, umur pakai, hingga kemampuan memproduksinya dalam jumlah besar. Karena itu, pengujian menjadi tahap penting sebelum teknologi tersebut benar-benar digunakan pada mobil produksi massal.

Chery sendiri tidak memberikan indikasi bahwa seluruh mobil listriknya akan langsung menggunakan baterai solid-state setelah pengujian dimulai pada 2027.

Halaman Selanjutnya

Perusahaan justru terlihat mengambil pendekatan bertahap. Pengujian akan menjadi bagian dari proses untuk memastikan teknologi tersebut mampu memenuhi kebutuhan kendaraan sebelum digunakan secara luas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |