Beijing, VIVA - China sedang mengalami perubahan besar dalam sistem energinya setelah kapasitas pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS untuk pertama kalinya melampaui pembangkit berbasis batu bara. Kondisi ini menjadi kabar menarik bagi industri mobil listrik karena sumber energi untuk mengisi baterai kendaraan semakin banyak berasal dari energi terbarukan.
Data pemerintah China yang dilihat VIVA Otomotif, Selasa 8 September 2026 menunjukkan kapasitas terpasang tenaga surya mencapai sekitar 1.286 gigawatt (GW) pada akhir Juli 2026. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara yang berada di level 1.285 GW.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pencapaian tersebut membuat tenaga surya menjadi sumber pembangkit dengan kapasitas terpasang terbesar di China. Namun, kondisi ini bukan berarti batu bara sudah kalah dalam menghasilkan listrik karena kapasitas terpasang berbeda dengan jumlah listrik yang benar-benar diproduksi.
Pada semester pertama 2026, batu bara masih menyumbang sekitar 49,7 persen pembangkitan listrik China. Sementara tenaga surya dan angin secara bersama-sama menyumbang sekitar 24,6 persen dari bauran listrik pada periode yang sama.
Meski begitu, perkembangan energi bersih mulai memberikan tekanan terhadap pembangkit batu bara. Laporan Ember yang dikutip Electrek menyebut pembangkitan listrik termal, yang sebagian besar berasal dari batu bara, turun 0,7 persen pada 2025 ketika permintaan listrik China justru meningkat 5 persen.
Artinya, tambahan kebutuhan listrik tidak seluruhnya harus dipenuhi dengan meningkatkan pembakaran batu bara. Pertumbuhan pembangkit energi bersih mulai mampu menutup sebagian kenaikan permintaan sekaligus mengurangi ruang bagi pembangkit fosil di sejumlah wilayah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perubahan tersebut juga memiliki kaitan dengan perkembangan kendaraan listrik China yang sangat pesat. Mobil listrik membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar untuk pengisian baterai, sehingga semakin bersih sumber listrik yang digunakan, semakin rendah pula emisi tidak langsung yang dihasilkan kendaraan selama digunakan.
Dampaknya memang tidak langsung membuat seluruh mobil listrik bebas emisi. Jika listrik untuk mengisi baterai masih berasal dari pembangkit batu bara, kendaraan tetap memiliki emisi tidak langsung dari proses produksi listrik, tetapi porsinya berpotensi turun seiring bertambahnya energi terbarukan.
Halaman Selanjutnya
China sendiri terus memperluas pembangkit energi bersih sekaligus infrastruktur jaringan listrik untuk menampung produksi listrik dari sumber yang sifatnya berubah-ubah seperti matahari dan angin. Tantangannya adalah memastikan listrik tersebut dapat disalurkan dan digunakan ketika dibutuhkan, termasuk untuk memenuhi pertumbuhan konsumsi dari kendaraan listrik.

5 days ago
8













