Core i5, Core i7, Ryzen 5 atau Ryzen 7? Ini Cara Memilih Prosesor Laptop untuk Pekerjaan Desain Grafis

1 week ago 24

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:02 WIB

VIVA – Memilih laptop untuk pekerjaan desain grafis tidak cukup hanya melihat kapasitas RAM atau ukuran layar. Prosesor menjadi salah satu komponen penting karena bertanggung jawab menangani berbagai proses komputasi ketika pengguna menjalankan aplikasi seperti Adobe Photoshop, Illustrator, atau software desain lainnya.

Di pasaran, pengguna akan banyak menemukan laptop dengan pilihan Intel Core i5, Core i7, AMD Ryzen 5, hingga Ryzen 7. Namun, menentukan mana yang paling cocok tidak sesederhana memilih angka yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Generasi prosesor, jumlah core dan thread, kemampuan GPU, konsumsi daya, kapasitas RAM, serta jenis penyimpanan juga perlu diperhatikan. Bahkan, Adobe sendiri mensyaratkan prosesor multicore dan merekomendasikan RAM 16 GB atau lebih untuk Photoshop versi terbaru.

Core i5 dan Ryzen 5 Masih Layak untuk Desain Grafis

Untuk pengguna yang mengerjakan desain grafis ringan hingga menengah, Core i5 atau Ryzen 5 generasi relatif baru sebenarnya sudah dapat menjadi pilihan menarik.

Pekerjaan seperti membuat poster, mengedit foto, membuat desain media sosial, ilustrasi sederhana, hingga mengerjakan dokumen dengan beberapa aplikasi secara bersamaan tidak selalu membutuhkan prosesor kelas atas.

Sebagai contoh, AMD Ryzen 5 7535U memiliki enam core dan 12 thread dengan boost clock hingga 4,55 GHz. Prosesor tersebut menggunakan arsitektur Zen 3+ dan memiliki TDP default 28 watt.

Namun, pengguna tidak boleh menganggap semua Ryzen 5 memiliki kemampuan sama. Ryzen 5 dari generasi berbeda dapat mempunyai jumlah core, arsitektur, konsumsi daya, dan kemampuan grafis yang berbeda.

Hal yang sama berlaku untuk Intel. Intel menyediakan berbagai Core 5 dan Core i5 untuk laptop dengan karakteristik berbeda, sehingga nomor model perlu diperiksa sebelum membeli.

Kapan Harus Memilih Core i7 atau Ryzen 7?

Jika pekerjaan desain semakin kompleks, Core i7 atau Ryzen 7 dapat menjadi pilihan yang lebih menarik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prosesor dengan kelas lebih tinggi umumnya menawarkan kemampuan multitasking yang lebih besar, terutama ketika pengguna membuka aplikasi desain bersamaan dengan browser, aplikasi komunikasi, dan software pendukung lainnya.

AMD Ryzen 7 260, misalnya, mempunyai delapan core dan 16 thread, boost clock hingga 5,1 GHz, serta TDP default 45 watt. Spesifikasi seperti ini membuatnya lebih cocok untuk laptop yang memang ditujukan menangani beban kerja lebih berat.

Halaman Selanjutnya

Namun, Core i7 atau Ryzen 7 bukan jaminan otomatis bahwa sebuah laptop lebih cepat dalam semua pekerjaan. Laptop dengan Core i7 hemat daya dan GPU terintegrasi belum tentu mengalahkan laptop Core i5 yang memiliki GPU diskrit lebih kuat untuk pekerjaan tertentu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |