Demi Tekan Impor, Pemerintah Mulai Pilot Project Penanaman Kedelai 1.000 Ha di 7 Provinsi

1 week ago 9

Selasa, 1 September 2026 - 20:24 WIB

Jakarta, VIVA Pemerintah melalui PTPN Group kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program di bidang ketahanan pangan, khususnya untuk komoditas kedelai demi menekan angka impornya.

Melalui subholding PTPN III (Persero) yakni PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, pemerintah menggelar pilot project penanaman kedelai serentak di 20 titik di berbagai wilayah kerjanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian, Arief Muliawan mengatakan, secara keseluruhan proyek percontohan ini menyasar luas awal 1.000 Ha.

Hasil panenan Kedelai di Kulonprogo, September 2022

Kegiatan penanaman perdana yang dipusatkan di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, terhubung secara daring dengan Regional Manajemen lain yang melaksanakan aktivitas serupa di 6 provinsi lainnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada PTPN yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program swasembada pangan nasional. Semoga proyek ini berhasil dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ada di Indonesia,” kata Arief dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa menyampaikan, pelaksanaan pilot project kedelai PalmCo adalah tindak lanjut atas penugasan pemerintah, dalam mendukung asta cita serta penguatan ketahanan pangan khususnya pada komoditas kedelai.

“Alhamdulillah, PTPN IV telah melaksanakan tanam perdana proyek percontohan kedelai. Ini merupakan tindak lanjut kita atas arahan Bapak Presiden melalui bapak Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional dan menekan import kedelai,” kata Jatmiko.

Di tahap pertama tersebut, perusahaan menargetkan luasan 1.000 Ha sebagai areal percontohan, yang seluruhnya berada di kawasan replanting sawit milik perusahaan.

“Kita optimalisasikan areal peremajaan ataupun konversi sawit. Sehingga kurang lebih selama 6 bulan sebelum sawit kembali di tanam, kita akan menanam kedelai terlebih dahulu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inisiatif ini dipandang penting, sebab dalam 5 tahun terakhir Indonesia rata-rata defisit kedelai mencapai 2,5 juta ton per tahun atau setara dengan 97 persen import. Menurut Jatmiko, keberhasilan proyek menjadi sangat berarti, agar pengembangan komoditas kedelai dapat terus diperluas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian investasi sebagaimana diamanatkan Danantara.

“Karena kita belum pernah tanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 Ha dulu. Dan sesuai arahan Danantara, jika ini berhasil serta memperlihatkan kelayakan di berbagai aspek, insya Allah akan dilanjutkan dengan luasan yang lebih masif," kata Jatmiko.

Halaman Selanjutnya

"Sehingga harapan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan menekan impor kedelai nantinya akan dapat diwujudkan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |