Dentuman Gunung Anak Krakatau Menggema di 3 Provinsi, Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

1 week ago 21

Sabtu, 5 September 2026 - 14:00 WIB

Bandung, VIVA – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menimbulkan suara dentuman yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Suara tersebut bahkan dilaporkan terdengar hingga Bandung Raya, Jawa Barat.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menduga dentuman dan getaran yang dirasakan warga di Jawa Barat, Banten, hingga Lampung berkaitan dengan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Erupsi tersebut berlangsung sejak pukul 23.07 WIB hingga setidaknya pukul 04.40 WIB. Pada periode yang sama, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau aktivitas erupsi gunung api tersebut.

"Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur merupakan fenomena yang umum terjadi. Suara dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat diduga kuat berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada waktu yang sama," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria di Bandung, Sabtu, 5 September 2026.

Jarak Gunung Anak Krakatau dengan Bandung Raya yang mencapai sekitar 700 kilometer dalam garis lurus ternyata tidak menghalangi suara erupsi terdengar di wilayah tersebut.

Menurut Lana, dentuman dapat muncul akibat pelepasan gas yang berlangsung cepat. Selain itu, suara juga dapat dipicu gesekan dan turbulensi aliran lava berkecepatan tinggi di dalam konduit atau lubang kepundan.

"Gelombang suara dari Anak Krakatau dapat merambat jauh melalui atmosfer dan akhirnya terdengar di Bandung, meskipun beberapa wilayah pesisir yang lebih dekat belum tentu mendengarnya dengan jelas," katanya.

Lana menjelaskan, gelombang suara atau tekanan udara berfrekuensi rendah bisa merambat hingga ratusan kilometer melalui atmosfer. Kondisi lapisan atmosfer dan angin juga dapat membuat jalur rambatan suara berubah.

Perubahan suhu, tekanan, serta angin di ketinggian dapat membiaskan atau membengkokkan jalur suara hingga kembali mencapai permukaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hingga suara bisa turun kembali jauh dari sumber. Yang terasa di Bandung yang berjarak 700 km (garis lurus) adalah dentuman, kaca dan pintu bergetar," ucapnya.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang memicu dentuman tersebut juga terpantau oleh PVMBG. Suara gemuruh bahkan terdengar hingga Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran, Banten.

Halaman Selanjutnya

Dari pengamatan visual, terlihat semburan berwarna merah menyala yang berlangsung terus-menerus. Meski ketinggian kolom erupsi belum dapat dipastikan, karakter semburan tersebut menyerupai fenomena lava fountain atau lava air mancur.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |