Dijuluki 'Raja Jalur Utara' Menguak Kecepatan dan Keistimewaan KA Argo Bromo Anggrek

5 hours ago 2

Kamis, 30 April 2026 - 02:23 WIB

VIVA – Tragedi kecelakaan kereta di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, masih menyisakan duka mendalam. Insiden yang melibatkan KRL Commuter Line Cikarang Line dan KA Argo Bromo Anggrek itu dilaporkan menewaskan 16 orang hingga Rabu, 29 April 2026.

Dugaan awal penyebab kecelakaan pun mulai bermunculan. Salah satunya berasal dari kesaksian asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek yang menyebut adanya kejanggalan pada sistem sinyal sebelum tabrakan terjadi. Dalam video yang beredar di media sosial, ia mengungkapkan adanya gangguan komunikasi hingga kemungkinan error pada sinyal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Miss komunikasi, kayaknya tadi sinyalnya ada yang error,” ujar Asisten Masinis KA Argo Bromo Anggrel.

Ia juga menyebut perubahan sinyal menjadi merah terjadi secara tidak wajar. Padahal, menurut prosedur normal, sinyal tidak seharusnya langsung berubah drastis dari hijau ke merah.

Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek diketahui melaju dengan kecepatan tinggi, sekitar 110 km per jam, sehingga tidak sempat melakukan pengereman maksimal sebelum akhirnya menabrak KRL yang berhenti di jalur.

“Kecepatan lumayan, 110 km/jam,” tambahnya.

Insiden ini bermula dari kecelakaan sebelumnya, ketika sebuah KRL lain menabrak mobil taksi listik Green SM di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal. Akibatnya, perjalanan KRL terganggu dan berhenti di jalur, sebelum akhirnya dihantam KA Argo Bromo Anggrek dari belakang.

Proses investigasi masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Mengenal KA Argo Bromo Anggrek, “Raja Jalur Utara”

Di balik insiden tersebut, KA Argo Bromo Anggrek bukanlah kereta biasa. Kereta ini dikenal sebagai salah satu layanan premium milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya melalui jalur utara Pulau Jawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kereta ini melayani rute Stasiun Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi dengan jarak sekitar 720 kilometer. Menariknya, waktu tempuhnya tergolong sangat cepat untuk ukuran kereta konvensional, yakni sekitar 7 jam 45 menit hingga 8 jam.

Kecepatan inilah yang membuat KA Argo Bromo Anggrek dijuluki sebagai salah satu kereta tercepat di lintas utara. Dalam operasionalnya, kecepatan maksimum kereta ini bisa mencapai 120 km per jam, bahkan dalam beberapa pengembangan teknologi disebut mampu melaju lebih tinggi dengan stabilitas yang baik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |