Minggu, 8 Maret 2026 - 06:40 WIB
VIVA – Pernyataan maaf dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian kepada negara-negara tetangga yang terdampak serangan Iran, dalam upaya meredakan kemarahan di seluruh Teluk, memicu kritik dari kelompok garis keras di dalam negeri. Pernyataan maaf itu juga ditafsirkan Presiden AS Donald Trump sebagai pengakuan "menyerah" dari Iran.
"Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena dampak tindakan Iran," kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mendesak mereka untuk tidak bergabung dengan serangan AS-Israel terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menolak tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Republik Islam menyerah tanpa syarat sebagai "mimpi", tetapi mengatakan dewan kepemimpinan sementara telah setuju untuk menangguhkan serangan terhadap negara-negara tetangga kecuali serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka.
Namun demikian, Trump menganggap permintaan maaf Iran sebagai penyerahan diri, sambil mengatakan negara itu akan "terkena dampak sangat parah" pada hari Sabt, dan memperingatkan AS dapat memperluas serangannya.
Komentar Pezeshkian menimbulkan kehebohan politik di Iran, mendorong kantornya untuk menegaskan kembali bahwa militer Iran akan merespons dengan tegas terhadap serangan dari pangkalan AS di kawasan tersebut.
Beberapa jam kemudian, presiden mengulangi pernyataannya di media sosial tetapi menghilangkan permintaan maaf dari pidatonya yang telah membuat marah kelompok garis keras, termasuk Garda Revolusi Iran yang berpengaruh.
Hamid Rasai, seorang ulama dan anggota parlemen garis keras, menulis di X, "Tuan Pezeshkian, sikap Anda tidak profesional, lemah, dan tidak dapat diterima."
Seorang mantan komandan Garda Revolusi mengecam gagasan permintaan maaf dalam sebuah pernyataan di media sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala kehakiman, Mohseni-Ejei, seorang anggota garis keras dari dewan tiga orang yang sementara memegang kekuasaan pemimpin tertinggi, mengatakan bahwa wilayah beberapa negara regional digunakan, secara terbuka dan diam-diam, untuk serangan terhadap Iran, dan serangan balasan akan terus berlanjut.
Beberapa jam setelah pengumuman Pezeshkian, Garda Revolusi Iran mengatakan drone mereka menyerang pusat tempur udara AS di Pangkalan Udara Al Dhafra, dekat Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Halaman Selanjutnya
Otoritas Dubai mengatakan seorang pria Asia tewas di daerah Al Barsha barat setelah puing-puing dari pencegatan udara jatuh ke sebuah kendaraan. Sebelumnya, maskapai Emirates sempat menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai, dengan pihak berwenang menyebutkan insiden kecil akibat jatuhnya puing setelah pencegatan.

3 days ago
7










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

