Donald Trump Bongkar Netanyahu Nyaris Gagalkan Damai AS-Iran, Serangan ke Lebanon Picu Ketegangan Baru

5 hours ago 4

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:14 WIB

Amerika Serikat, VIVA – Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diumumkan pada pertengahan Juni 2026 ternyata hampir gagal tercapai. Presiden AS Donald Trump mengungkap bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi salah satu pihak yang nyaris menggagalkan proses perdamaian yang telah melalui berbagai tahapan negosiasi tersebut.

Pernyataan Trump muncul setelah pemerintah Pakistan mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua negara telah menyepakati penghentian operasi militer secara permanen dan segera. Penandatanganan resmi kesepakatan damai dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026.

Menurut Sharif, kesepakatan tersebut lahir melalui serangkaian pertemuan yang difasilitasi para mediator internasional. Sebelum penandatanganan resmi dilakukan, kedua pihak akan menjalani sejumlah pembahasan teknis guna memastikan implementasi kesepakatan berjalan sesuai rencana.

“Dengan adanya kesepakatan ini, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan minggu ini. Diskusi pra-implementasi ini akan meletakkan dasar untuk pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi,” ujar Sharif.

Trump Sebut Netanyahu Hampir Mengacaukan Kesepakatan

Di balik keberhasilan tercapainya kesepakatan tersebut, Trump mengungkap adanya hambatan besar yang datang dari Israel.

Dalam wawancara eksklusif dengan New York Times yang dikutip sejumlah media internasional, Trump menyebut Netanyahu sebagai sosok yang sangat sulit dan hampir membuat kesepakatan damai antara AS dan Iran gagal terwujud.

Trump mengatakan proses menuju perdamaian tetap berjalan meskipun mendapat keberatan dari pemimpin Israel tersebut. Ia bahkan secara terbuka melontarkan kritik kepada Netanyahu setelah terjadinya serangan Israel ke Lebanon pada akhir pekan lalu.

Menurut Trump, serangan yang dilancarkan Israel ke wilayah pinggiran selatan Beirut terjadi ketika proses penyelesaian kesepakatan damai sudah berada pada tahap akhir.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang dan menyebabkan belasan lainnya mengalami luka-luka meskipun sebelumnya telah berlaku gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump menilai tindakan Israel itu tidak seharusnya terjadi karena berpotensi menggagalkan upaya diplomatik yang telah dibangun selama berbulan-bulan.

Kritik Keras Trump untuk Netanyahu

Halaman Selanjutnya

Dalam wawancara tersebut, Trump tidak hanya mengkritik keputusan militer Israel, tetapi juga menyoroti sikap Netanyahu selama proses negosiasi berlangsung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |