Donald Trump Mengidap 'Skizofrenia Hormuz'

2 weeks ago 4

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:06 WIB

VIVA - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait klaim Washington atas Selat Hormuz. Bahkan, Gharibabadi menyinggung kondisi kejiwaan Trump, yang ia samakan dengan “skizofrenia” dan “delusi”.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengunggah sebuah gambar di media sosial X, seperti dikutip dari Russia Today, Senin, 31 Agustus 2026. Gambar berjudul “Wilayah AS” itu mencantumkan Selat Hormuz sebagai wilayah “BARU”, bersama Puerto Rico, Guam, dan sejumlah entitas lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menjelaskan skizofrenia sebagai gangguan psikotik kompleks yang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir dan mempersepsikan realitas. Gharibabadi juga menyebut halusinasi dan delusi sebagai gejala umum. Menurutnya, pasien dengan kondisi tersebut membutuhkan pengawasan dan perawatan secara intensif.

Pernyataan Trump mengenai Selat Hormuz bukan kali pertama disampaikan. Sebelumnya, Donald Trump mengklaim AS memiliki “kendali penuh” atas jalur pelayaran strategis tersebut. Ia juga menyatakan akan mempertahankan kendali itu dan menggambarkan blokade Amerika sebagai “tembok baja”.

Trump turut meremehkan kemampuan militer Iran dengan menyebut negara tersebut tidak memiliki angkatan laut maupun angkatan udara yang berarti. Pernyataannya kemudian ditutup dengan ungkapan religius.

Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan bahwa pihaknya tetap mengendalikan Selat Hormuz. Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, bahkan menyebut klaim kepemilikan Washington atas selat tersebut tidak masuk akal.

Di tengah ketegangan retorika ini, lalu lintas harian kapal di Selat Hormuz merosot drastis akibat konflik regional. Arus pelayaran yang sebelumnya mencapai 130 kapal per hari kini hanya tersisa di kisaran belasan kapal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Washington memilih mengalihkan strategi dari aksi militer langsung ke tekanan sanksi ekonomi guna mengisolasi keuangan Teheran. Langkah pengetatan ini diambil menyusul laporan mengenai penurunan pasokan amunisi berpemandu dan sistem pertahanan udara AS.

Iran menanggapi sanksi ekonomi baru tersebut dengan nada skeptis. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak gentar terhadap tekanan finansial AS. Araghchi menilai langkah isolasi tersebut sekadar pengulangan taktik lama yang gagal menundukkan kedaulatan negaranya.

Ilustrasi perang AS-Iran

Serangan AS di Pulau Larak Tewaskan Warga, Iran Siap Membalas

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan serangan Amerika Serikat (AS) ke Pulau Larak di Iran selatan telah menewaskan dan melukai beberapa pejuang serta warganya.

img_title

VIVA.co.id

31 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |