Donald Trump Sebut Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup Meski Lama Tak Muncul

2 weeks ago 13

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih hidup. Pernyataan itu disampaikan meski Mojtaba belum terlihat di depan umum sejak mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan pada Februari 2026.

Trump mengatakan Mojtaba masih dalam kondisi hidup, tetapi mengalami luka serius akibat serangan yang terjadi di tengah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya rasa dia belum meninggal. Dia terluka parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka parah. Tapi saya rasa dia belum meninggal,” kata Trump dalam wawancara dengan penyiar radio konservatif Glenn Beck, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis, 27 Agustus 2026.

Mojtaba Lama Tak Terlihat di Depan Publik

Mojtaba Khamenei secara resmi masih disebut memimpin Iran di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.

Namun, ketidakhadirannya dalam berbagai penampilan publik memunculkan spekulasi mengenai kondisi dan kemampuannya menjalankan pemerintahan.

Spekulasi tersebut semakin berkembang setelah sejumlah tokoh veteran Garda Revolusi Iran disebut mulai mengambil posisi penting dalam kekuasaan. Situasi itu memunculkan dugaan bahwa Mojtaba mungkin telah meninggal atau tidak sepenuhnya memegang kendali atas pemerintahan Iran.

Mojtaba mengambil alih posisi kepemimpinan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan pada awal konflik Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

Meski kondisi Mojtaba menjadi sorotan, secara resmi kepemimpinan Iran masih berada di bawah kendalinya.

Trump Klaim Tekanan ke Iran Berbuah Hasil

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali mengeklaim bahwa tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran telah memberikan hasil.

Sebelumnya, Trump beberapa kali menyatakan bahwa Amerika Serikat telah meraih kemenangan dalam menghadapi Iran. Namun, Iran hingga kini disebut belum membuka sepenuhnya Selat Hormuz ataupun menyerahkan material nuklirnya.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026 waktu setempat, Trump kembali menyampaikan keyakinannya bahwa tekanan terhadap Iran akan menghasilkan kemenangan besar bagi Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hal-hal itu mengarah pada kemenangan yang sangat besar,” kata Trump.

“Kita akan segera meraih kemenangan besar di sini,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Pernyataan tersebut disampaikan Trump ketika situasi di sekitar Iran masih menjadi perhatian, terutama terkait Selat Hormuz dan program nuklir negara tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |