DPR Soroti Karhutla di Kalimantan, Tak Hanya Fokus Pemadaman tapi Kualitas Lingkungan dan Pemulihan

4 hours ago 3

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Jakarta, VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia. Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencakup pemantauan kualitas lingkungan serta langkah pemulihan setelah kebakaran.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang memiliki ruang lingkup kerja antara lain terkait lingkungan hidup, Shanty menilai dampak karhutla perlu mendapat perhatian serius, terutama ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi cuaca kering.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Situasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan perlu menjadi perhatian serius, bukan hanya dari sisi pemadaman tetapi juga dampak lingkungannya. Kebakaran yang berlangsung di tengah kondisi cuaca kering berpotensi memengaruhi kualitas udara, kondisi tanah dan air, serta ekosistem di wilayah terdampak,” ujar Shanty.

Shanty merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX yang meliputi Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes. Dalam kapasitasnya di Komisi XII, isu lingkungan menjadi salah satu bagian dari fungsi pengawasan yang dijalankannya.

Perhatian Shanty terhadap persoalan lingkungan juga terlihat dalam kegiatan resesnya di Kabupaten Tegal pada Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, ia menyerahkan bantuan motor sampah untuk mendukung pengelolaan dan pengangkutan sampah di masyarakat serta mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Menurut Shanty, konteks tersebut penting karena penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan secara berkala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami mendorong pemerintah bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperkuat pemantauan kualitas lingkungan, khususnya kualitas udara dan sebaran asap di wilayah terdampak. Informasi mengenai kondisi kualitas udara juga perlu disampaikan secara berkala kepada masyarakat agar dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat dapat diantisipasi,” katanya.

Ia menilai pemantauan kualitas udara dan sebaran asap menjadi penting untuk membantu masyarakat memahami kondisi di wilayah terdampak sekaligus memungkinkan pemerintah mengambil langkah yang lebih cepat apabila kondisi lingkungan memburuk.

Halaman Selanjutnya

Selain respons ketika kebakaran berlangsung, Shanty juga mendorong adanya evaluasi terhadap kerusakan lingkungan setelah karhutla berhasil dikendalikan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |