VIVA – Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Selasa, 8 September 2026. Hingga siang hari, aktivitas gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut tercatat sudah terjadi sebanyak empat kali.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.08 WIB, kemudian disusul aktivitas pada pukul 05.34 WIB dan 07.49 WIB. Erupsi keempat sekaligus yang terbaru tercatat pada pukul 11.34 WIB dengan durasi 17 detik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aktivitas tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm. Sementara itu, tinggi kolom erupsi terbaru tidak teramati.
Status Gunung Anak Krakatau Hari Ini
Di tengah rangkaian erupsi tersebut, status Gunung Anak Krakatau hari ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Badan Geologi melalui informasi yang disampaikan di akun X resminya menegaskan bahwa status tersebut masih berlaku. Masyarakat juga diminta memperhatikan rekomendasi keselamatan yang ditetapkan berdasarkan hasil pemantauan aktivitas gunung api.
"Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (SIAGA) dengan jarak rekomendasi 3 km dari pusat aktivitas artinya potensi erupsi masih tinggi."
Dengan status tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.
Badan Geologi menjelaskan bahwa aktivitas gunung api terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG. Pemantauan dilakukan menggunakan pengamatan visual maupun instrumental.
"Aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara visual dan instrumental oleh PVMBG. Peningkatan aktivitas tidak ditentukan hanya dari satu erupsi atau video, tetapi dari berbagai parameter pemantauan."
Apa Arti Status Level III atau Siaga?
Mengutip dari situs BPBD, status Level III atau Siaga merupakan salah satu tingkat dalam sistem peringatan aktivitas gunung api. Pada level ini, aktivitas vulkanik telah menunjukkan peningkatan yang semakin nyata berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan instrumental.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan pengertian Level III, kondisi tersebut dapat berupa peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau erupsi yang mengancam daerah di sekitar pusat erupsi.
Namun, status Siaga tidak berarti seluruh wilayah di sekitar gunung api berada dalam kondisi berbahaya. Ancaman terhadap masyarakat dan wilayah permukiman tetap bergantung pada karakteristik masing-masing gunung api serta jenis dan perkembangan aktivitas yang terjadi.
Halaman Selanjutnya
Pada Gunung Anak Krakatau saat ini, rekomendasi yang ditetapkan adalah masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

5 hours ago
2











