Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, 3 Kali Erupsi Strombolian Terjadi

1 week ago 2

Senin, 7 September 2026 - 15:34 WIB

VIVA Erupsi terus menerus Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.  Namun aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih tinggi sehingga potensi erupsi susulan dinilai tetap besar. 

"Satu episode erupsi menerus terjadi sejak 4 September 2026 pukul 23.07WIB telah berakhir 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berlangsug selama 25 jam. 3 kali erupsi Strombolian terjadi setelah episode erupsi menerus berakhir," tulis keterangan Badan Geologi Kementerian ESDM, di akun Threads mereka, Senin 7 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dijelaskan lebih lanjut bahwa kembalinya erupsi strombolian sebagai krakteristik erupsi Gunung Api Anak Krakatau untuk sementara ini diintepretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang.  Sebagai informasi strombolian diartikan sebagai tipe erupsi yang ciri-cirinya berupa semburan lava cair. Lava ini berselang-seling dari luang erupsi atau kawah.

Meski demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Api Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Badan Geologi juga menyampaikan bahwa masih ada kemungkinan letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya. 

"Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi. Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi," lanjut keterangan badan geologi. 

Sementara itu untuk status gunung Anak Krakatau saat ini berada di level III (siaga). Badan Geologi juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat antara lain

1. Masyarakat di sekitar gunung Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar serta hujan abu lebat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Masyarakat yang terdampak abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau direkomendasikan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker selama beraktivitas untuk menghindari gangguan pernafasan.

3. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempa.

Ilustrasi Polri.

Respons Cepat Polri dalam Tangani Erupsi Anak Krakatau Dinilai Konsisten Perkuat Ketahanan Nasional

Boni mengapresiasi respons cepat Kapolri dan seluruh jajarannya untuk siap siaga satu dan bergerak proaktif membantu masyarakat yang terdampak abu vulkanik Anak Krakatau.

img_title

VIVA.co.id

7 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |