Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB
VIVA –Kasus penemuan jasad beberapa orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di Jeju menggegerkan publik. Kasus ini ramai disorot setelah adanya dugaan seorang polisi menutup dua kasus orang hilang secara tidak benar tanpa memastikan terlebih dahulu bahwa kedua orang tersebut dalam keadaan aman.
Menyusul dengan kasus itu, sebuah fakta baru terungkap. Melansir laman Korea Joong Daily, Jumat 28 Agustus 2026, seorang polisi yang ditahan atas kasus tersebut DNA-nya ditemukan di toilet perempuan yang diduga pernah dimasuki sang korban.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Badan Kepolisian Provinsi Khusus Jeju, polisi yang diketahui bermarga Bu tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memasuki tempat umum untuk tujuan seksual, yang merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang tentang Kasus Khusus Mengenai Hukuman atas Kejahatan Seksual.
Polisi tersebut diduga memasuki toilet perempuan di sebuah kantor kepolisian di Pulau Jeju pada 22 Juli. Kejadian itu terungkap setelah seorang polisi lain memergokinya saat keluar dari toilet tersebut.
Pemeriksaan forensik dilaporkan menemukan sidik tangan di dekat langit-langit toilet dan di bagian atas sebuah pintu. Polisi mengambil sampel DNA dari sidik tangan tersebut, kemudian membandingkannya dengan DNA milik polisi Bu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa keduanya berasal dari orang yang sama.
"Di toilet pria tidak ada tisu toilet, jadi saya menggunakan toilet perempuan," kata polisi tersebut ketika ditemukan berada di sana.
Dalam pemeriksaan polisi, ia juga dilaporkan membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa dirinya tidak masuk ke toilet perempuan dengan tujuan seperti yang dituduhkan.
"Saya tidak masuk ke toilet perempuan untuk tujuan seksual dan saat itu saya tersandung dan menahan tubuh dengan tangan di dinding," kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Polisi masih menyelidiki lebih lanjut kronologi dan keadaan terkait kejadian tersebut.
Polisi tersebut saat ini ditahan dan menjalani penyelidikan atas sejumlah dugaan pelanggaran, termasuk kelalaian dalam menjalankan tugas dan pemalsuan catatan elektronik resmi. Ia dituduh secara tidak benar menutup dua laporan orang hilang. Salah satunya terkait Jang Mi-ran, seorang perempuan yang menghilang pada Mei dan ditemukan meninggal dunia pada Senin. Kasus lainnya melibatkan seorang pria berusia 60-an yang dilaporkan hilang pada Juli dan ditemukan meninggal dunia pada Sabtu.
Halaman Selanjutnya
Ia juga dituduh memasukkan informasi palsu ke dalam sistem internal kepolisian yang menyebut Jang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas dan orang hilang lainnya telah ditemukan. Setelah itu, kedua nama tersebut dihapus dari daftar orang yang kasusnya masih harus dipantau lebih lanjut.

2 weeks ago
13













