Jakarta, VIVA – Kasus yang menimpa pemilik restoran Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan, Nabilah O’Brien, saat ini tengah jadi sorotan publik setelah dirinya justru ditetapkan sebagai tersangka. Padahal sebelumnya ia melaporkan dugaan pencurian yang dilakukan oleh pasangan suami istri di restorannya.
Perkara ini bermula dari kejadian pada September 2025 dan berujung pada saling lapor antara kedua pihak. Situasi semakin rumit ketika kasus tersebut menyeret Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), hingga akhirnya Nabilah berstatus tersangka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kejadian Berawal dari Pesanan Makanan di Restoran
Peristiwa bermula pada 19 September 2025 sekitar pukul 22.51 WIB. Saat itu pasangan suami istri berinisial Z dan E datang ke restoran Bibi Kelinci Kopitiam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Menurut kuasa hukum Nabilah, Goldie Natasya Swarovski, pasangan tersebut memesan total 14 produk makanan dan minuman. Nilai pesanan itu mencapai sekitar Rp530 ribu.
Namun setelah menunggu cukup lama, keduanya diduga masuk ke area dapur restoran yang sebenarnya merupakan area terbatas bagi pelanggan.
“Tak lama berselang, kedua individu melakukan tindakan intimidatif dengan menerobos masuk ke area dapur yang merupakan area terbatas pelanggan,” kata Goldie dalam konferensi pers di restoran Bibi Kelinci, Jumat 7 Maret 2026.
Selebgram Nabilah O’Brien (ketiga kiri)
Terjadi Keributan di Dalam Restoran
Situasi kemudian memanas. Pihak restoran menyebut pasangan tersebut memicu keributan di area dapur. Goldie mengatakan salah satu karyawan restoran bahkan sempat mengalami kekerasan.
“Z melakukan pemukulan terhadap lengan kanan kepala dapur restoran, Abdul Hamid, serta memukul pendingin sambil melontarkan ancaman akan mengobrak-abrik restoran,” ujarnya.
Selain itu, menurut pihak restoran, pasangan tersebut juga melontarkan sejumlah ucapan yang dianggap sebagai kekerasan verbal kepada staf.
Pergi Tanpa Membayar Pesanan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sekitar pukul 00.00 WIB, pasangan tersebut disebut meninggalkan restoran tanpa melakukan pembayaran. Salah satu staf restoran bahkan sempat mencoba mengejar mereka dengan membawa mesin EDC agar pembayaran dapat dilakukan di tempat.
“Staf kami membawa mesin EDC untuk mengejar supaya mereka melakukan pembayaran, tapi ternyata tidak diindahkan,” kata Goldie.
Halaman Selanjutnya
Peristiwa ini kemudian menjadi dasar laporan dugaan pencurian yang diajukan pihak restoran.

3 days ago
6










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

