Fakta-fakta tentang Botoks, Benarkah Bisa Bikin Wajah Lebih Muda?

4 days ago 6

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:59 WIB

VIVA – Botoks atau Botulinum Toxin masih menjadi salah satu prosedur estetika yang paling banyak diminati di berbagai negara. Menurut penjelasan dari American Society of Plastic Surgeons (ASPS) dan American Academy of Dermatology (AAD), botoks bekerja dengan menghambat sementara sinyal saraf ke otot tertentu sehingga kontraksi otot berkurang. Efek tersebut membantu menyamarkan garis-garis halus dan kerutan akibat ekspresi wajah, sehingga wajah tampak lebih segar dan awet muda jika digunakan secara tepat.

Seiring berkembangnya tren kecantikan, penggunaan botoks pun mengalami perubahan. Jika dulu prosedur ini identik dengan wajah yang tampak kaku, kini pendekatan yang lebih banyak diterapkan adalah hasil yang natural dan tetap mempertahankan karakter asli wajah. Dokter akan menyesuaikan dosis serta titik penyuntikan sesuai kebutuhan masing-masing pasien agar ekspresi wajah tetap terlihat alami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, masih banyak anggapan keliru mengenai botoks. Lantas, benarkah botoks selalu membuat wajah terlihat lebih muda? Berikut sejumlah fakta yang perlu diketahui.

1. Botoks membantu mengurangi garis ekspresi, bukan mengubah bentuk wajah secara drastis

Botoks bekerja dengan mengurangi aktivitas otot tertentu untuk sementara waktu. Ketika otot yang sering berkontraksi menjadi lebih rileks, garis-garis ekspresi seperti kerutan di dahi, sela alis, maupun area sekitar mata dapat tampak lebih halus.

Karena itulah, banyak orang merasa wajah terlihat lebih muda setelah menjalani treatment. Namun, botoks bukanlah prosedur yang menghilangkan seluruh tanda penuaan atau mengubah struktur wajah secara permanen.

2. Tren botoks saat ini mengutamakan hasil yang natural

Perawatan estetika modern kini lebih menekankan keseimbangan wajah dibanding perubahan yang berlebihan. Tujuannya adalah menciptakan tampilan yang segar tanpa menghilangkan ekspresi alami seseorang.

Dokter biasanya akan mempertimbangkan anatomi wajah, kekuatan otot, usia, hingga harapan pasien sebelum menentukan jumlah dan lokasi penyuntikan botoks. Pendekatan yang tepat dapat memberikan hasil yang proporsional dan tidak terlihat berlebihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Tidak hanya untuk kerutan

Banyak orang mengenal botoks sebagai perawatan anti-aging. Padahal, penggunaannya cukup beragam.
Selain area dahi dan sekitar mata, botoks juga dapat diaplikasikan pada otot rahang atau masseter untuk membantu membentuk garis wajah pada pasien dengan otot rahang yang terlalu aktif. Dalam praktik medis, botoks juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi gummy smile atau senyum yang memperlihatkan gusi secara berlebihan.

Halaman Selanjutnya

Tak hanya itu, pada kondisi tertentu botoks juga dimanfaatkan untuk membantu mengatasi keringat berlebih (hiperhidrosis), sesuai hasil evaluasi dan rekomendasi dokter.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |