Fakta Mengejutkan! Bripda DP Awalnya Disebut Tewas karena Bentur-Benturkan Kepala Sendiri

5 hours ago 4

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:10 WIB

Makassar, VIVA - Bripda DP meninggal buntut penganiayaan yang dilakukan seniornya yang kini jadi tersangka, yaitu Bripda P. Namun, sebelum akhirnya fakta ini terkuak, laporan awal yang diterima Polda Sulawesi Selatan adalah Bripda DP tewas karena membentur-benturkan kepalanya.

"Dimana laporan awal yang kami terima, yang bersangkutan meninggal karena membentur-benturkan kepala. Itu pertama kita mendengar laporan," kata Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro, dikutip, Selasa, 24 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, mantan Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri ini tidak langsung begitu saja percaya akan hal tersebut. Guna memastikan penyebab kematian korban, mereka melakukan Scientific Crime Investigation. Dan hasilnya pun terkuak.

"Namun, kita tidak percaya begitu saja, kami langsung mengecek kebenaran tersebut secara scientific. Kami buktikan, apa yang disampaikan oleh anggota yang menyampaikan dia membentur-benturkan kepala itu tidak benar," katanya.

Lantas, pihaknya kemudian melakukan upaya pemeriksaan oleh Biddokkes dan menemukan beberapa lebam di tubuh korban. Dimana, lanjutnya, lebam itu diyakini akibat penganiayaan.

"Dan dengan kerja keras kami dari Propam, kemudian Direktorat Reserse Kriminal Umum, kami bisa membuktikan bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap korban," katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, satu orang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan Bripda DP hingga meninggal.

"Saat ini kami sudah mengamankan satu orang tersangka sesuai dengan pengakuan yang dilakukan. Namun, kita tidak percaya begitu saja, karena kami masih melihat keterlibatan lainnya," kata Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro, Senin, 23 Februari 2026.

Untuk diketahui, seorang anggota Polri muda berpangkat Bripda dengan inisial DP dilaporkan tewas di dalam Asrama Polisi (Aspol), Kompleks Kantor Polda Sulawesi Selatan, Makassar. DP tewas diduga karena dianiaya oleh seniornya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi mengatakan pihaknya telah memeriksa enam orang saksi, termasuk senior DP.

"Kita belum bisa pastikan, korban pengeroyokan atau bukan, yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang termasuk rekan atau lichtingnya dan seniornya DP. Mungkin bertambah lagi nanti (diperiksa)," ujar dia kepada wartawan, dikutip, Minggu, 22 Februari 2026.

Anggota Damkar Sentil Brimob soal Helm

Anggota Damkar Sentil Brimob: Helm Buat Melindungi, Bukan Ngancurin Kepala Warga

Video petugas damkar viral di media sosial usai kasus dugaan penganiayaan siswa oleh anggota Brimob di Tual. Bripda MS telah diamankan untuk proses hukum.

img_title

VIVA.co.id

24 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |