Fakta Mengejutkan! Emas 74 Kg yang Disita di Sentul Lebih Berat dari Emas di Puncak Monas

5 days ago 2

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:00 WIB

VIVA –Emas 74kg mendadak jadi trending topik di sejumlah media sosial termasuk X (dulunya Twitter) sejak Kamis 19 Juli 2026. Emas 74kg ini ramai dibahas menyusul dengan penggeledahan terkait tiga dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh penyidik Gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya di sebuah rumah di Kawasan Sentul, Bogor Jawa Barat.

Dalam penggeledahan di rumah tersebut penyidik menemukan emas batangan seberat  74kg itu yang ditemukan dalam sebuah brankas yang terkunci di rumah tersebut. Tak hanya emas saja, dalam brankas tersebut juga terdapat uang dolar AS dan dolar Singapura serta uang tunai rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper yang pertama 74 kg emas batangan. Kemudian 4.767.300 USD, kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian Rp 100 juta," kata Kakortastipidkor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto kepada awak media, Kamis dini hari 9 Juli 2026.

Jumlah emas seberat 74 kg yang disita dalam penggeledahan tersebut ternyata lebih besar dibandingkan total emas yang melapisi puncak Monumen Nasional (Monas). Berdasarkan informasi dari situs resmi Pegadaian, total emas di Monas mencapai 72 kg. 

Rinciannya, 50 kg melapisi lidah api di puncak Monas, sedangkan 22 kg lainnya berada di Ruang Kemerdekaan, menghiasi Pintu Gapura Kemerdekaan, lambang Burung Garuda Pancasila, dan peta Kepulauan Indonesia. Emas yang berada di Ruang Kemerdekaan tersebut disimpan dalam kotak kaca yang juga menjadi tempat penyimpanan salinan naskah Proklamasi. Kotak kaca itu turut dihiasi ornamen bunga Wijaya Kusuma.

Diketahui juga bahwa emas Monas berasa dari Desa Lebong Tandai,  Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Desa tersebut populer dengan tambang emas, bahkan hingga kini. Kendati demikian, penyumbang emas Monas yang terbesar justru seorang pengusaha dari Aceh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengusaha tersebut bernama Teuku Markam yang merupakan keturunan Uleebalang (Kepala Daerah dalam Kesultanan Aceh). Beliau diperkirakan lahir sekitar tahun 1925. Teuku Markam diketahui menyumbang sekitar 28 kg emas.

Sebagai informasi, selain emas 74 kg dan uang tunai, dari yang ditemukan di rumah di kawasan Sentul tersebut, pihak penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen, telepon genggam hingga foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun barang yang tersimpan di dalam brankas tersebut.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas pemilik rumah maupun pihak yang diduga memiliki seluruh aset bernilai ratusan miliar rupiah tersebut. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |