FOMC Terakhir Powell, The Fed Tahan Suku Bunga di Level 3,5 Persen

5 hours ago 1

Kamis, 30 April 2026 - 13:15 WIB

Jakarta, VIVA – Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), baru saja menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) untuk membahas suku bunga acuan di tengah lonjakan harga minyak global dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat konflik Iran. Hasilnya diputuskan bahwa The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.

Dalam pertemuan yang digelar Rabu waktu setempat, The Fed mempertahankan suku bunga untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sepanjang tahun ini. Keputusan tersebut tidak diambil secara bulat lantaran beberapa anggota memiliki pandangan berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur The Fed Stephen Miran memilih untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Sementara itu, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden The Fed Dallas Lorie Logan mendukung penahanan suku bunga meski tidak menolak sinyal pelonggaran kebijakan yang tersirat dalam pernyataan resmi.

Perbedaan pendapat yang melibatkan empat pejabat ini menjadi yang pertama sejak bulan Oktober 1992. Situasin ini dinilai sebagai sinyal meningkatnya perpecahan pandangan di tubuh bank sentral.

Ilustrasi suku bunga.

Photo :

  • freepik.com/freepik

Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan, tingkat suku bunga saat ini berada pada posisi yang tepat untuk menjaga keseimbangan ekonomi. Para pejabat The Fed menyoroti inflasi masih berada di level tinggi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia sebagai pertimbangan suku bunga tidak berubah. 

Dengan inflasi yang masih berada di atas target 2 persen dalam beberapa tahun terakhir, The Fed menegaskan akan tetap waspada terhadap tekanan harga, terutama yang berasal dari lonjakan energi global. Konflik di Timur Tengah turut menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyampaikan peluang bank sentral AS menurunlan suku bunga tetap terbuka. Ia dan anggota The Fed akan secara hati-hati menilai data yang masuk, prospek ekonomi, dan keseimbangan risiko dalam menentukan langkah selanjutnya.

"Saya pikir posisi tengah mulai bergerak ke arah yang lebih netral dan itu juga yang tercermin dari pasar,” tutur Powell dikutip dari Yahoo Finance pada Kamis, 30 April 2026.

Halaman Selanjutnya

Pada FOMC terakhir Powell, ia mengingatkan adanya risiko nyata bahwa inflasi utama (headline inflation) yang didorong kenaikan harga energi dapat merembet ke inflasi inti. Ia lagi-lagi menekankan bahwa The Fed akan bersikap hati-hati sebelum mengambil langkah pelonggaran.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |