Game FPS Legendaris Ini Segera Menghilang dari Toko Digital

2 weeks ago 4

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00 WIB

VIVA – Dunia game retro kembali kehilangan salah satu bagian penting sejarahnya. Dua game klasik berjudul Witchaven dan Witchaven II: Blood Vengeance dikabarkan bakal segera dihapus dari toko digital mulai 15 Juni 2026.

Game Witchaven II: Blood Vengeance

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar ini pertama kali mencuat lewat laporan PC Gamer yang menyebutkan bahwa publisher retro SNEG telah mengumumkan proses delisting untuk kedua game tersebut di Steam dan GOG.

Bagi gamer modern, nama Witchaven mungkin terdengar asing. Namun di era 1990-an, game ini punya peran besar dalam perkembangan genre FPS fantasi dan teknologi game engine.

Witchaven dikenal sebagai salah satu game pertama yang memakai Build Engine secara resmi. Engine legendaris ini nantinya dipakai oleh sederet game ikonik seperti Duke Nukem 3D, Shadow Warrior, hingga Blood.

Game tersebut dikembangkan oleh studio Capstone dan pertama kali dirilis pada September 1995. Gameplay-nya mengusung sudut pandang first-person dengan nuansa fantasi gelap, di mana pemain menggunakan senjata jarak dekat seperti kapak, pedang, hingga morning star untuk melawan monster dan penyihir di dalam dungeon.

Meski tidak pernah dianggap sebagai game masterpiece, Witchaven tetap dikenang karena status historisnya di industri game PC.

Pada masanya, Witchaven II sempat mendapatkan ulasan yang cukup keras dari media gaming. PC Gamer bahkan menyoroti kontrol karakter yang terasa licin dan sulit dihentikan saat bergerak. Namun game ini tetap memiliki daya tarik lewat atmosfer dungeon dan sistem pertarungan melee yang unik untuk ukuran era 90-an.

Beberapa pemain retro juga menganggap game tersebut sebagai “artefak sejarah” Build Engine sebelum popularitas Duke Nukem 3D meledak.

Ada Diskon Besar Sebelum Hilang

Menjelang penghapusan dari toko digital, kedua game itu kini dijual dengan potongan harga besar. Bundle Witchaven mendapatkan diskon hingga 89 persen di Steam dan bahkan mencapai 90 persen di GOG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan delisting tersebut. Banyak spekulasi bermunculan, mulai dari lisensi yang habis hingga kemungkinan hadirnya versi remaster di masa depan.

Fenomena delisting sendiri bukan hal baru di industri game. Beberapa judul lain seperti Project Cars, Need for Speed lawas, hingga Rollerdrome juga pernah menghilang dari toko digital akibat masalah lisensi maupun perubahan strategi publisher.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |