Rabu, 29 April 2026 - 11:40 WIB
VIVA – Gedung Putih memicu perhatian publik setelah mengunggah foto Donald Trump bersama Raja Charles III dengan keterangan "dua Raja" dengan emoji mahkota dan gambar Charles-Trump di tengah kunjungan kenegaraan sang raja ke Amerika Serikat pada Selasa.
Unggahan itu segera dikaitkan dengan para kritikus dan gelombang protes di AS bertajuk "No King" yang belakangan diarahkan kepada pemerintahan Trump. Unggahan Gedung Putih itu menuai protes dari para kritikus Trump.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Narasi demonstran AS bahwa "Tidak Ada Raja" menjadi slogan unjuk rasa yang menuduh Trump melakukan konsolidasi dan perluasan kekuasaan. Para netizen AS pun mendadak riuh di kolom komentar dan menuding unggahan itu hanya memancing kemarahan.
"Unggahan yang memancing kemarahan ini sangat lucu," tulis Jeff Dubuque di kolom komentar. Akun lainnya @samim._ menulis sindiran kepada Trump "Tentu saja yang satu adalah raja ? dan yang lainnya penipu"
Trump secara terbuka menolak label dirinya sebagai "Raja" dalam wawancara program 60 Minutes di CBS News pada Minggu.
"Saya bukan Raja, jika saya seorang Raja, saya tidak akan berurusan dengan Anda," kata presiden kepada Norah O'Donnell.
Trump juga menyinggung aksi protes "No King" ketika menanggapi penembakan yang terjadi pada Sabtu malam di acara makan malam White House Correspondents' Association. Ia menyebut aksi-aksi tersebut sebagai bagian dari narasi yang memicu suasana panas politik.
Tersangka penembakan dilaporkan pernah menghadiri protes "No King" di California dan menyebarkan retorika anti-Trump serta anti-Kristen di media sosial, menurut sejumlah laporan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pidato sebelumnya pada Juni tahun lalu, Trump menegaskan kembali bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan layaknya raja. "Saya tidak merasa seperti raja; saya harus melewati neraka untuk mendapatkan persetujuan," kata Trump.
"Seorang raja akan berkata, ‘Saya tidak akan mendapatkan ini.’ Seorang raja tidak akan pernah memiliki mandat California untuk bahkan berbicara, dia tidak perlu menghubungi [Ketua DPR] Mike Johnson dan [Pemimpin Mayoritas Senat John] Thune dan berkata, ‘Kalian harus mewujudkan ini’ dan setelah bertahun-tahun kita berhasil,” tambahnya. "Tidak, tidak, kita bukan raja. Kita sama sekali bukan raja,"
Halaman Selanjutnya
Di Gedung Putih, sekretaris pers Karoline Leavitt menuding Demokrat ikut bertanggung jawab atas meningkatnya kekerasan politik.

2 days ago
2



























