Jakarta, VIVA – Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. Sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP ternyata baru dua hari bekerja sebelum terlibat dalam insiden yang memicu rangkaian tabrakan maut tersebut.
RRP diketahui telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Metro Bekasi Kota sebanyak dua kali, yakni pada Selasa, 28 April 2026 dan Rabu, 29 April 2026. Meski demikian, hingga kini statusnya masih sebagai saksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, sopir tersebut baru resmi bekerja di perusahaan taksi listrik Green SM sejak 25 April 2026.
“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Tak hanya itu, penyidik juga mendalami pengakuan RRP yang menyebut dirinya hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai mengemudikan taksi listrik tersebut.
“Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” ujar Budi.
Fakta ini menjadi sorotan dalam penyelidikan, mengingat kecelakaan bermula ketika taksi listrik Green SM yang dikemudikan RRP mogok di perlintasan rel Bulak Kapal, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.
Saat itu, taksi tersebut tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang. Benturan awal itu kemudian memicu rangkaian kecelakaan lebih besar hingga berujung tabrakan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Insiden tragis yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 itu menewaskan 16 orang dan menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian paling mematikan tahun ini.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami penyebab pasti insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam operasional kendaraan maupun faktor lain yang memicu kecelakaan.
Pesan Anggita untuk Suami Belum Terkirim, Tiba-tiba KRL yang Ditumpanginya Ditabrak KA Argo Bromo
Keluarga Anggita Rizka Utami menceritakan detik-detik terjadinya tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
VIVA.co.id
30 April 2026

1 day ago
1



























