Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sugiat Santoso mengkritik kinerja Badan Komunikasi (Bakom) RI karena tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto anjlok.
Padahal, menurut Sugiat, pemerintahan Prabowo berjalan baik dan mampu mencapai sejumlah capaian positif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal tersebut disampaikan Sugiat dalam rapat Komisi XIII bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 31 Agustus 2026.
"Saya agak sedikit mengeluh nih Pak, terkait dengan kinerja Bakom," ucap Sugiat.
Sugiat lantas mengungkit hasil survei beberapa lembaga yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan publik atau approval rating terhadap pemerintahan Prabowo di bawah 50 persen.
"Selama 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo ini kan kalau kita lihat beberapa waktu belakangan ini, ada beberapa lembaga survei independen yang sudah mengukur kinerja pemerintah dengan acuannya persepsi opini publik. Ada SMRC, baru kemarin data Tempo, yang itu menunjukkan bahwa angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden, terhadap kinerja pemerintah itu di bawah 50%," ungkapnya.
"Padahal kalau kita ukur dengan ukuran-ukuran yang lebih kuantitatif terkait dengan kinerja pemerintahan Pak Prabowo, sesungguhnya itu bagus semua, Pak," sambung Sugiat.
Sugiat kemudian memaparkan sejumlah indikator ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 5 persen serta investasi yang mencapai lebih dari Rp1.000 triliun pada 2026.
Capaian-capaian tersebut, menurut Sugiat belum tercermin dalam persepsi publik. Sehingga, approval rating terhadap pemerintahan Prabowo anjlok meskipun kinerjanya sangat baik.
"Ini kan menunjukkan bahwa Badan Komunikasi Pemerintah itu belum maksimal menjelaskan kepada publik, menjelaskan kepada rakyat bahwa pemerintahan Pak Prabowo Subianto sebetulnya secara kuantitatif sudah bekerja dengan sangat baik dalam konteks ekonomi, dalam konteks yang lainnya, dan sebagainya dengan ukuran-ukuran yang sangat objektif," kata Sugiat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia bahkan menyinggung soal teori manufacturing consent dari Noam Chomsky untuk menggambarkan Bakom RI dalam membangun persepsi publik terhadap pemerintahan Prabowo.
"Kalau kita belajar dari teori Chomsky itu, berarti kan ini menunjukkan bahwa Bakom Pemerintah kalah main dengan kelompok di luar sana dalam konteks membangun persepsi opini publik. Karena faktanya, di beberapa survei terbaru, approval rating pemerintahan Pak Prabowo itu di bawah 50%," pungkas dia.
Tingkat Kepercayaan 63,2 Persen, Poltracking: Reshuffle Bisa Angkat Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran
Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih memiliki modal kepercayaan publik yang kuat, untuk mendongkrak tingkat kepuasan dengan membenahi kabinet.
VIVA.co.id
31 Agustus 2026

1 week ago
13













