Gubernur Banten Sebut Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami

1 week ago 21

Minggu, 6 September 2026 - 21:35 WIB

Jakarta, VIVA Gubernur Banten, Andra Soni memastikan rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi belakangan ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Terkait hal tersebut, Andra Soni pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu ditegaskan Andra Soni usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Minggu, 6 September 2026 bersama instansi terkait termasuk Badan Geologi dan BMKG. 

Menurutnya, morfologi tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini jauh lebih landai dibandingkan saat memicu tsunami pada 2018.

"Indikasi kenapa sekarang tidak terjadi tsunami, ukuran badannya jauh dengan 2018. Waktu 2018 tingginya kurang lebih di atas permukaan laut itu 300 sekian meter. Kalau sekarang, berdasarkan keterangan Badan Geologi masih landai," kata Andra Soni, Minggu, 6 September 2026.

Meski dipastikan aman dari ancaman tsunami, aktivitas erupsi yang sempat berlangsung terus-menerus selama 24 jam membuat Pemerintah Provinsi Banten memberlakukan sejumlah langkah mitigasi dan kewaspadaan untuk melindungi warga dari bahaya abu vulkanik, Pemprov bergerak cepat menyalurkan pelindung pernapasan.

"Alhamdulillah, tadi saya sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mendistribusikan 5.000 dus masker kepada kabupaten dan kota, untuk didistribusikan kepada masyarakat," tutur dia.

Selain itu, Andra Soni juga meminta kabupaten kota untuk melakukan penyiapan jalur evakuasi serta ketersediaan tempat pengungsian sebagai langkah antisipasi. 

Nelayan, wisatawan, dan masyarakat umum juga dilarang keras mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk pembatasan aktivitas luar ruang masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker serta kacamata jika terpaksa keluar rumah," ujarnya.

Pihaknya menegaskan Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten/kota akan terus memantau aktivitas vulkanik ini secara ketat. Masyarakat diminta tidak mudah terpancing isu tidak berdasar dan hanya merujuk pada pembaruan informasi dari kanal resmi Badan Geologi maupun BPBD setempat. (Ant)

Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali Selama 5 Hari

Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami 1.873 kali gempa letusan atau erupsi selama periode pengamatan 1-5 September 2026.

img_title

VIVA.co.id

6 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |