Gunung Anak Krakatau Erupsi, PVMBG Pastikan Tak Berpotensi Picu Tsunami

1 week ago 22

Sabtu, 5 September 2026 - 12:48 WIB

VIVA Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda mengalami erupsi sejak Jumat malam 4 September hingga Sabtu 5 September. Eruspi ini menyebabkan kekhawatiran di masyarakat mengenai potensi tsunami di sekitar Kawasan Selat Sunda.

Menyusul dengan hal tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, tidak berpotensi memicu tsunami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati mengatakan hasil evaluasi menunjukkan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

"Untuk tsunami, hasil evaluasi kami, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi yang dapat memicu tsunami," kata Rita di Bandung, Sabtu.

Ia menjelaskan, Gunung Anak Krakatau saat ini masih mengalami proses pembentukan kubah lava baru setelah sebelumnya terjadi runtuhan tubuh gunung tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini masih dalam skala yang belum dapat memicu tsunami.

"Oleh karena itu, masyarakat tidak usah khawatir. Insyaallah perkembangan ini tidak memicu terjadinya tsunami," ujarnya.

Meski demikian, Rita menegaskan PVMBG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi tubuh Gunung Anak Krakatau.

"Kami terus-menerus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas dan juga perubahan morfologi dari tubuh Anak Krakatau ini," katanya.

PVMBG tetap meminta masyarakat dan pengunjung untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa dengan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat," kata dia. (ANT)

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, yang terekam oleh CCTV

BMKG Ungkap Dentuman di Bandung Tak Berkaitan dengan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasannya

BMKG angkat bicara terkait dengan fenomena dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah di Bandung Raya pada Jumat 5 September hingga Sabtu dini hari 6 September 2026.

img_title

VIVA.co.id

5 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |