Harga Minyak Dunia Ambles 5 Persen, Pasar Percaya Perang AS-Iran Segera Berakhir

2 weeks ago 5

Senin, 25 Mei 2026 - 11:20 WIB

Jakarta, VIVA Harga minyak dunia turun tajam pada perdagangan Senin pagi waktu Asia setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen positif tersebut juga mendorong penguatan pasar saham Asia.

Harga minyak mentah Brent tercatat turun 4,8 persen menjadi US$98,52 atau setara sekitar Rp1,73 juta per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di Amerika Serikat melemah 5 persen menjadi US$91,76 atau sekitar Rp1,61 juta per barel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penurunan harga minyak terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan. Sebelumnya, Trump juga menyebut kesepakatan tersebut akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang selama ini menjadi jalur distribusi sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia.

Pasar saham Asia pun turut merespons positif perkembangan tersebut. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,9 persen dan menembus level 65.000 untuk pertama kalinya.

Jepang dan Korea Selatan menjadi dua negara yang paling terdampak konflik karena sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk.

Dalam unggahan media sosialnya, Trump mengatakan dirinya melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan negara lain terkait upaya perdamaian.

“Kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, tinggal menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain yang terlibat,” kata Trump, sebagaimana dikutip pada Senin, 25 Mei 2026.

“Aspek dan detail akhir dari kesepakatan saat ini masih dibahas dan akan segera diumumkan,” sambungnya. 

Trump juga mengaku telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyebut pembicaraan tersebut berjalan sangat baik. Meski demikian, Trump belum menjelaskan detail lengkap isi kesepakatan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa perjanjian itu akan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehari setelah pernyataan tersebut, Trump meminta proses negosiasi dilakukan secara hati-hati. “Kedua pihak harus meluangkan waktu dan memastikan semuanya benar. Tidak boleh ada kesalahan!” tulis Trump di Truth Social.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan posisi Iran dan Amerika Serikat memang mulai mendekat dalam sepekan terakhir.

Halaman Selanjutnya

Namun, ia menegaskan hal itu belum berarti kesepakatan akan tercapai dalam isu-isu utama. Ia juga menuding pihak Amerika Serikat mengeluarkan “pernyataan yang saling bertentangan”.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |