Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Klaim Perang Iran Hampir Selesai

13 hours ago 2

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik dengan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Pernyataan tersebut langsung meredakan sebagian kekhawatiran pasar global terkait potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Penurunan harga minyak ini juga diikuti oleh penguatan pasar saham global. Investor mulai kembali masuk ke pasar setelah khawatir konflik geopolitik akan memicu lonjakan inflasi dan memperburuk kondisi ekonomi dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya pada awal pekan, harga minyak sempat melonjak mendekati US$120 per barel atau setara sekitar Rp2,02 juta per barel (asumsi kurs Rp16.800). Kenaikan tersebut dipicu oleh kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat menyebabkan gangguan pasokan energi global dalam jangka panjang.

Namun setelah komentar terbaru Trump, harga minyak kembali turun ke sekitar US$93 per barel atau setara Rp1,56 juta per barel. Meski demikian, harga minyak masih berada jauh di atas level sebelum konflik meningkat.

Pasar saham juga menunjukkan pemulihan. Indeks saham utama Inggris, FTSE 100, dibuka naik sekitar 1,3 persen seiring meredanya ketegangan di pasar energi.

Trump mengatakan, bahwa konflik yang terjadi kemungkinan tidak akan berlangsung lama. "Perang ini pada dasarnya sudah sangat selesai," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa, 10 Maret 2026.

Meski demikian, ia juga memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia. Peringatan itu terkait dengan Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia.

"Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini," ancam Trump di media sosialnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari militer Iran. Pasukan elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps, menyatakan bahwa mereka tidak akan tinggal diam.

Mereka mengatakan, sebagai tanggapan atas omong kosong Trump, bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor satu liter pun minyak dari kawasan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya pada Senin, Trump juga menjelaskan alasan tindakan militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut. "Kami melakukan sebuah operasi kecil karena merasa harus melakukannya untuk menyingkirkan sebagian kejahatan. Lalu saya pikir Anda akan melihat bahwa ini akan menjadi operasi jangka pendek," kata Trump dalam konferensi pers di Florida, Senin. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |