Harga Perak Naik Terus, Analis Lihat Peluang Cetak Rekor Lagi

4 weeks ago 5

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:05 WIB

Jakarta, VIVA – Pasar logam mulia kembali menggeliat setelah periode volatilitas tajam. Harga perak mencatat lonjakan signifikan pada awal pekan, diikuti penguatan emas, memicu optimisme baru bahwa reli besar di sektor ini belum benar-benar berakhir. 

Meski sempat terpukul beberapa pekan terakhir, sentimen investor mulai berbalik seiring kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik yang mendukung aset lindung nilai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari Forbes, Selasa, 10 Februari 2026, pada perdagangan Senin siang waktu AS kemarin, harga perak berada di kisaran US$82,45 atau setara Rp1.385.160 per ounce, naik sekitar 7 persen, meski sedikit turun dari puncak harian US$83,47. Emas diperdagangkan di sekitar US$5.080,30 atau setara Rp85.349.040 per ounce, naik sekitar 2 persen dari sesi sebelumnya dan hanya sedikit di bawah level tertinggi harian US$5.106,80.

Kedua logam mulia ini memang telah memulihkan sebagian kerugian setelah Februari yang penuh gejolak, namun masih jauh dari rekor tertinggi sebelumnya di atas US$121 per ounce untuk perak dan US$5.600 untuk emas.

Sejumlah analis menilai pergerakan saat ini sebagai fase konsolidasi sebelum potensi kenaikan lanjutan. Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, mengatakan emas dan perak saat ini berada dalam fase konsolidasi, yang berpotensi menyiapkan panggung untuk bull run baru menuju rekor tertinggi baru.

Kenaikan harga Senin juga dipicu pelemahan dolar AS. Analis pasar menilai kombinasi kurs dolar yang melemah, ketidakpastian geopolitik, serta rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat bisa menjaga momentum kenaikan logam mulia.

Sebagaimana diketahui, harga logam mulia mengalami ayunan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Setelah sempat mencetak rekor, emas dan perak mengalami penurunan tajam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu pemicu gejolak adalah dinamika kebijakan moneter AS. Logam mulia biasanya diuntungkan ketika suku bunga diperkirakan turun, karena imbal hasil obligasi menurun dan daya tarik aset non-yield seperti emas meningkat.

Namun perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga membuat harga bergerak liar. Pada akhir Januari, pasar mencatat salah satu hari terburuk dalam beberapa dekade bagi logam mulia. Meski sempat pulih awal pekan lalu, harga kembali tertekan, dengan perak sempat anjlok lebih dari 10 persen dalam satu sesi dan emas turun lebih dari 2 persen. 

Halaman Selanjutnya

Ross Norman, CEO Metals Daily, menyebut volatilitas dipicu oleh spekulasi Tiongkok yang berlebihan dan penuh euforia, serta adanya investor yang menjauh dari pasar yang menurutnya terasa lebih seperti kasino daripada pasar. Sementara analis Saxo Bank memperkirakan, perak kemungkinan akan terus diperdagangkan secara liar ke dua arah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |