Banten, VIVA – Pencarian terhadap lima wartawan dan tiga kru speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda pada hari kedua, Rabu, 9 September 2026, masih belum membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan pun menyiapkan opsi untuk memperluas area pencarian pada operasi hari berikutnya, Kamis, 10 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten (SAR) Al Amrad mengatakan, pencarian hari kedua dilakukan dengan mengerahkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) yang disebar ke sejumlah sektor.
”Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata dia.
Operasi SAR melibatkan Kantor SAR Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, hingga masyarakat setempat.
Berbagai sarana juga dikerahkan untuk mendukung pencarian, mulai dari KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, hingga drone thermal.
Selain itu, tim membawa peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Namun, hingga pencarian hari kedua berlangsung, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang masih hilang.
”Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap 8 orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 yang menggunakan KP Sanjaya masih melakukan pencarian berdasarkan titik koordinat yang telah ditentukan dalam SAR Map. Kendati demikian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.
Al Amrad mengatakan evaluasi akan dilakukan terhadap operasi SAR hari kedua. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memperluas area pencarian pada operasi Kamis besok.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan pencarian dan kondisi di lapangan.
”Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata dia.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 meter hingga 1 meter.

4 days ago
15













