Harus Makin Waspada! 5 Hal Ini Justru Jadi Incaran Penipu dari Pengguna Dompet Digital

1 week ago 9

Kamis, 3 September 2026 - 19:00 WIB

VIVA – Penggunaan dompet digital semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membayar kebutuhan hingga melakukan berbagai transaksi secara online. Di balik kemudahan tersebut, risiko penipuan digital juga ikut berkembang dengan modus yang semakin beragam.

Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lebih dari 636 ribu laporan penipuan sejak November 2024 hingga akhir Juli 2026. Dalam periode yang sama, lebih dari 600 ribu rekening yang berkaitan dengan penipuan telah diblokir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Angka tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan pengguna tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan transaksi. Penipu dapat menghubungi korban melalui pesan singkat, WhatsApp, media sosial, telepon, maupun tautan tertentu dengan mengaku sebagai petugas layanan keuangan.

Salah satu cara sederhana untuk menghindarinya adalah mengetahui informasi apa saja yang tidak boleh diberikan kepada pihak lain, sekalipun mereka mengaku sebagai customer service. Misalnya yang banyak digunakan seperti Ovo, salah satu platform dompet digital di Indonesia, mengingatkan pengguna untuk tidak membagikan sejumlah informasi penting yang berkaitan dengan keamanan akun dan transaksi.

1. Jangan Pernah Berikan PIN

PIN atau Personal Identification Number merupakan kode rahasia yang digunakan untuk mengamankan akun. Karena sifatnya pribadi, kode tersebut tidak seharusnya diberikan kepada siapa pun.

Pengguna perlu berhati-hati jika seseorang mengaku sebagai petugas layanan dan meminta PIN dengan alasan melakukan pengecekan, memperbaiki akun, atau menyelesaikan kendala transaksi.

PIN sebaiknya hanya diketahui oleh pemilik akun. Pihak layanan resmi tidak semestinya meminta pengguna menyebutkan atau mengirimkan kode tersebut melalui percakapan pribadi.

2. Kode OTP Juga Tidak Boleh Dibagikan

Selain PIN, One-Time Password atau OTP menjadi informasi penting yang harus dirahasiakan. Kode ini biasanya digunakan untuk proses verifikasi tertentu dan dikirimkan kepada pemilik akun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan OTP dapat muncul dengan berbagai alasan, seperti verifikasi akun, konfirmasi transaksi, bantuan customer service, hingga klaim hadiah.

Jika mendapatkan pesan atau telepon yang meminta kode OTP, jangan langsung mempercayainya. OTP pada dasarnya ditujukan untuk digunakan oleh pemilik akun dalam proses verifikasi, bukan diserahkan kepada orang lain.

Halaman Selanjutnya

3. Hati-Hati Jika Diminta Transfer untuk Verifikasi

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |