Garut, VIVA – Kepolisian Resor Garut menyebutkan video anak sekolah mengaku jadi korban penculikan kemudian berhasil kabur di wilayah perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, setelah ditelusuri ternyata hoaks, anak tersebut kini sudah dikembalikan ke orang tuanya.
"Kami pastikan isu penculikan itu tidak benar adanya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin kepada wartawan di Garut, Rabu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menuturkan kepolisian sudah melakukan penanganan cepat setelah adanya video yang tersebar di masyarakat tentang adanya aksi penculikan terhadap dua anak SD di wilayah perkotaan Garut, Selasa 10 Februari 2026.
Hasil pemeriksaan lebih lanjut, kata dia, ternyata tidak ada aksi penculikan terhadap dua anak tersebut oleh bapak-bapak seperti yang dituduhkan anak, melainkan mereka berbohong karena bolos sekolah.
"Pengakuannya diculik oleh tiga orang bapak-bapak, kemudian diturunin di Alun-alun Garut, padahal itu tidak benar," katanya.
Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi menambahkan, kepolisian sudah memanggil kedua orang tua dari anak tersebut kemudian melakukan klarifikasi tentang dugaan tindak pidana penculikan terhadap anak tidak benar.
Kronologi sebenarnya, kata dia, dua anak tersebut berangkat dari daerah Kecamatan Cilawu menggunakan angkutan kota, Selasa pagi dengan tujuan mau bolos sekolah ke daerah perkotaan Garut.
Anak tersebut kemudian jalan-jalan, lalu beristirahat di Alun-alun Garut sampai akhirnya ditemui ibu-ibu yang menanyakan kepada anak tersebut alasan berada di sana di jam sekolah.
Anak itu menyampaikan telah menjadi korban penculikan yang dibawa oleh beberapa orang menggunakan mobil, kemudian diturunkan di daerah Garut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengakuan anak itu direkam menggunakan video telepon seluler sampai akhirnya tersebar di ruang publik media sosial dengan narasi ada penculikan di Garut.
"Saat dilakukan wawancara dan akan dibawa ke polsek terdekat anak itu menangis ketakutan, kemudian kedua anak tersebut diantarkan pulang ke rumah orang tuanya oleh anggota Satpol PP," katanya. (Ant)
Bukan Sekadar Nilai Rapor, Ini Cara Baru Mengukur Kesiapan Anak Vokasi Masuk Dunia Kerja
Dunia kerja makin kompetitif, tapi rupanya kesiapan lulusan vokasi tak lagi diukur dari nilai akademik semata tapi juga dari kemampuan kognitif dan psikomotorik.
VIVA.co.id
11 Februari 2026

3 weeks ago
5










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

