Jakarta VIVA – Pihak Istana Negara melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari angkat bicara terkait pemblokiran rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok yang membuat heboh masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian memiliki alasan tersendiri jika pemblokiran tersebut diminta oleh Polda Metro Jaya.
"Kalau memang permintaan itu berasal dari Polda Metro Jaya, nanti tolong ditanyakan kepada Polda Metro Jaya, apakah sudah sesuai dengan regulasi yang ada," kata Qodari kepada wartawan di Kantornya, Rabu, 26 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menambahkan bahwa polisi akan memeriksa rekening tersebut sesuai dengan regulasi yang ada. Jika polisi menemukan sesuatu yang bertentangan, maka akan dikoreksi.
"Dan kalau misalnya ada sesuatu yang tidak tepat, tentu saya yakin pasti akan dikoreksi di masa yang akan datang," tuturnya.
Diketahui, Polda Metro Jaya tengah menelusuri aliran dana di rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok. Penelusuran dilakukan setelah transaksi rekening tersebut ditunda sementara dalam rangka penyelidikan.
Polisi ingin memastikan tujuan penggalangan dana yang dilakukan Supriyono sekaligus melihat apakah terdapat unsur pidana dalam lalu lintas uang di rekening tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan penundaan transaksi diberlakukan selama lima hari kerja. Dalam kurun waktu itu, penyidik akan melakukan pendalaman.
"Ya, kita melihat. Makanya kenapa penundaan transaksi itu diberi waktu 5 hari kerja. Pada saat dalam proses penyelidikan ini, tidak ditemukan pidana ya otomatis itu akan dibuka oleh pihak otoritas bank," kata dia kepada wartawan, Senin, 24 Agustus 2026.
Namun, polisi tidak menutup kemungkinan menelusuri aliran dana apabila ditemukan indikasi transaksi yang berkaitan dengan tindak pidana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tapi apabila ditemukan ada pidana, misalnya, mohon maaf ada aliran rekening dari orang untuk sengaja membuat Jakarta tidak aman, ada lagi rekening-rekening itu masuk dari, mohon maaf dalam tanda kutip, judi online ataupun aliran narkoba, ini kan juga harus kita lihat," kata dia.
Budi menegaskan penundaan transaksi tidak sama dengan penyitaan. Polisi tidak mengambil ataupun menyita uang yang tersimpan di rekening tersebut.
Halaman Selanjutnya
Jika penyelidikan tidak menemukan adanya tindak pidana, rekening akan kembali dibuka oleh pihak bank. Dana yang tersimpan di dalamnya juga dipastikan tetap utuh.

2 weeks ago
10













