IAEA Bongkar Temuan Mengejutkan di Suriah, Ada Beberapa Ton Material Nuklir yang Bisa Disalahgunakan

4 hours ago 1

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengungkap temuan sejumlah material nuklir di wilayah Suriah. Jumlah material yang ditemukan disebut mencapai beberapa ton dan berada di sejumlah lokasi yang kini menjadi perhatian badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi mengatakan, para pemeriksa telah menemukan material nuklir di beberapa lokasi di Suriah. Salah satu lokasi yang menyimpan material tersebut bahkan sebelumnya telah dilaporkan oleh pemerintah baru Suriah kepada IAEA pada bulan lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Temuan itu menjadi perhatian karena material nuklir dalam jumlah besar tersebut berpotensi disalahgunakan. Pemerintah baru Suriah pun telah membuka akses bagi pemeriksa IAEA untuk mendata material tersebut dan memasukkannya dalam sistem pengamanan internasional.

Pengumuman itu disampaikan ketika pemerintahan baru di Damaskus menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan IAEA.

Pemerintah Baru Suriah Buka Akses Pemeriksa

Di bawah kepemimpinan Presiden baru Suriah Ahmed al-Sharaa, Damaskus berjanji meningkatkan kerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB tersebut.

Pemerintah Suriah memberikan akses kepada pemeriksa IAEA untuk mendatangi lokasi-lokasi yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan aktivitas nuklir.

Grossi mengatakan, kerja sama tersebut memiliki arti penting bagi upaya IAEA mengetahui keberadaan serta kondisi material nuklir yang berada di Suriah.

"Saya dan tim saya telah berada di lokasi Deir al-Zor, tempat dilakukannya pekerjaan penggalian dan eksploasi yang sangat menyeluruh saat ini," ujar Grossi dalam konferensi pers terbaru di Damaskus, ibu kota Suriah.

Dalam kesempatan tersebut, Grossi juga mengungkap bahwa IAEA menemukan satu lokasi lainnya yang menyimpan material nuklir. Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi tersebut.

"Kita berbicara tentang beberapa ton material nuklir yang bisa disalahgunakan, dan Suriah telah memutuskan untuk membuka lokasi ini bagi para pemeriksa IAEA. Keberadaan material ini akan didata dan dimasukkan ke dalam sistem pengamanan internasional," kata Grossi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jejak Program Nuklir Era Assad

Temuan material nuklir tersebut tidak dapat dilepaskan dari sejarah program nuklir Suriah pada masa pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad.

Halaman Selanjutnya

Suriah di bawah pemerintahan Assad diyakini menjalankan program nuklir ekstensif yang tidak dideklarasikan secara resmi. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah dugaan reaktor nuklir yang dibangun dengan bantuan Korea Utara di wilayah Provinsi Deir al-Zor, Suriah bagian timur.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |