IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Datar saat Bursa Asia Menguat dan Wall Street Lesu

1 week ago 14

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 15 poin atau 0,24 persen di level 6.652 pada pembukaan perdagangan Senin, 7 September 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi datar atau sideways pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 7 September 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)

Bursa Asia menguat pada perdagangan Jumat kemarin, seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Indeks MSCI Emerging Asia naik 1,6 persen, dan menuju kenaikan harian terbaik dalam sepekan.

Indeks Nikkei 225 Jepang dan Topix kompak naik masing-masing sebesar 1,3 persen dan 0,03 persen. Sementara bursa Korea Selatan dan Taiwan yang didominasi saham teknologi, masing-masing menguat 1,6 persen dan 1,5 persen.

Selain itu, penguatan pada Hang Seng Hong Kong melesat 1,7 persen, sedangkan ASX 200 Australia turun 0,16 persen. Selanjutnya STI Singapura menguat 0,9 persen dan KLCI Malaysia melemah 0,4 persen.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penopang utama. Sentimen pasar membaik setelah Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan lebih memilih mempertahankan suku bunga apabila data inflasi mendatang kembali menunjukkan tanda-tanda disinflasi.

"Support IHSG berada di level 6.600-6.640 sementara resist IHSG di rentang 6.670-6.720," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu, karena laporan tenaga kerja yang kuat meningkatkan kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan moneter bulan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen, S&P 500 melemah 0,38 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,29 persen. Sektor semikonduktor mencatat kenaikan tertinggi yakni 3,4 persen, meskipun secara keseluruhan masih turun 17,8 persen pada kuartal ini.

Sedangkan, sektor perangkat lunak dan jasa yang sebelumnya telah naik 24 persen dalam periode yang sama, justru mencatat penurunan terdalam yakni sebesar 2,1 persen.

Presiden AS Donald Trump.

Trump Ancam Bikin AS Defisit Perdagangan Jika The Fed Tak Pangkas Suku Bunga

Trump mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara lain, apabila bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), tidak menurunkan suku bunganya.

img_title

VIVA.co.id

5 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |