IHSG Dibuka Menghijau Cenderung Datar, Bursa Asia-Pasifik Beragam Imbas Ketegangan Iran-AS

2 weeks ago 7

Senin, 23 Februari 2026 - 09:05 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 62 poin atau 0,76 persen di level 8.334 pada pembukaan perdagangan Senin, 23 Februari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi datar alias sideways pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi untuk bergerak sideways hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 23 Februari 2026..

Pasar Asia-Pasifik beragam pada Jumat pekan lalu, setelah ketiga indeks utama Wall Street melemah di tengah tekanan pada saham private credit serta meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Prospek serangan terhadap Iran meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan akan mengambil keputusan dalam 10 hari ke depan, terkait kemungkinan aksi militer terhadap Teheran.

Di Jepang, investor mencermati data inflasi Januari yang menunjukkan inflasi utama turun di bawah target 2 persen BoJ. Selain itu, BoC dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga Loan Prime Rate (LPR) dengan suku bunga tenor satu tahun saat ini berada di 3 persen dan tenor lima tahun di 3,5 persen. 

Indeks Nikkei 225 turun 1,12 persen, dan Topix melemah 1,13 persen. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 2,31 persen, sementara Kosdaq turun 0,58 persen.

Namun, pasar saham China daratan dan Hong Kong masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,05 persen.

"Support IHSG berada di level 8.200-8.230 sementara resist IHSG di rentang 8.350-8.420," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street ditutup menguat pada Jumat pekan lalu, dipimpin saham-saham berkapitalisasi besar seperti Alphabet Inc. dan Amazon.com Inc., setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

Mahkamah Agung AS, yang didominasi hakim konservatif, memutuskan dengan suara 6-3 untuk menolak tarif global Trump yang diberlakukan tahun lalu berdasarkan undang-undang keadaan darurat nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump menyebutkan putusan tersebut sebagai “a disgrace” dan menyatakan akan memberlakukan tarif global 10 persen selama 150 hari berdasarkan Section 122 Trade Act 1974 sebagai pengganti tarif darurat yang dibatalkan pengadilan.

Indeks S&P 500 naik 0,69 persen, Nasdaq Composite menguat 0,90 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,47 persen. Saham Alphabet melesat 3,7 persen, Amazon naik 2,6 persen, dan Apple Inc. menguat 1,5 persen.

Pemandangan Marina Bay Sands di Singapura

Bursa Asia Kinclong di Tengah Ketidakpastian Tarif Impor Trump, Kospi Korea Selatan Cetak Rekor!

Bursa Asia-Pasifik menguat pada pembukaan perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Kenaikan terjadi di tengah ketidakpastian arah kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS).

img_title

VIVA.co.id

23 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |