IHSG Dibuka Menghijau di Tengah Pelemahan Rupiah, Bursa Asia dan Wall Street Kompak Menguat

5 days ago 5

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 31 poin atau 0,53 persen di level 5.943 pada pembukaan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi tes resistance dibayangi koreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi naik untuk tes resistance di 5.950-6.050. Sepanjang belum break di atas 6.050, IHSG masih rentan kembali koreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 10 Juli 2026.

"Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah Rupiah yang telah menembus Rp 18.100," ujarnya.

Dia mengatakan, Bursa Asia menguat pada perdagangan Kamis kemarin, didorong rally saham-saham semikonduktor setelah sebelumnya mengalami aksi jual. Namun, penguatan pasar tertahan oleh lonjakan harga minyak akibat kembali memanasnya konflik di kawasan Teluk yang menyebabkan kekhawatiran inflasi dan menekan pasar obligasi global.

Bursa saham di Asia menunjukkan pergerakan bervariasi, dimana mayoritas naik. Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup naik 1,4 persen dan TOPIX menguat 0,4 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,62 persen, dan Kosdaq melesat 1,15 persen. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 0,70 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,26 persen, dan Taiex Taiwan berkurang 0,83 persen.

"Support IHSG berada di level 5.800-5.870 sementara resist IHSG di rentang 5.970-6.050," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin, ditopang rally saham semikonduktor dan pelemahan harga minyak di tengah memanasnya kembali ketegangan antara AS dan Iran.

Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan melonjak 1,30 persen, S&P 500 naik 0,81 persen, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,27 persen. Penguatan pasar dipimpin oleh sektor semikonduktor. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi geopolitik, Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan, Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut. Serangan terbaru dilakukan setelah Teheran menyerang kapal-kapal komersial di sekitar Selat Hormuz, yang mengganggu lalu lintas pelayaran di jalur perdagangan energi penting tersebut.

Meski demikian, harga minyak justru melemah setelah Presiden AS, Donald Trump mengungkapkan, Iran telah menghubungi Washington untuk mencapai kesepakatan. Upaya mediasi juga dilakukan Qatar dan Pakistan guna membawa kedua negara kembali ke meja perundingan.

Serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran

Iran: 14 Orang Tewas dan 78 Luka-luka Imbas Serangan AS

Kementerian Kesehatan Iran mencatat serangan Amerika Serikat (AS) di lima provinsi negaranya selama dua hari terakhir menewaskan 14 orang dan melukai 78 lainnya.

img_title

VIVA.co.id

10 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |