Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 27 poin atau 0,42 persen di level 6.695 pada pembukaan perdagangan Jumat, 4 September 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG dibayangi koreksi pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 4 September 2026.
Bursa Asia dan obligasi mayoritas rebound pada perdagangan Kamis kemarin, seiring investor menanti rilis data ekonomi AS dan komentar pejabat bank sentral mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed bulan ini. Laporan Non-farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat hari ini.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,2 persen, sedangkan Topix menguat 0,5 persen. Investor mempertimbangkan penurunan yield obligasi dan harga minyak terhadap tekanan pada saham Broadcom, yang membebani saham semikonduktor Jepang. Saham Advantest turun 0,8 persen, sedangkan produsen kabel dan serat optik Fujikura melemah 2,7 persen.
Sementara bursa saham Korea Selatan naik 0,3 persen rebound dari level terendah dalam dua pekan.Saham Samsung Electronics turun 0,2 persen, sedangkan SK Hynix melemah 1,05 persen.
Selain itu, bursa saham Australia menguat 0,5 persen, setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan saham emas menjadi penopang indeks, meski kenaikan tersebut tertahan oleh pelemahan saham energi.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data produk domestik bruto (PDB) Australia, yang memperkuat ekspektasi bahwa RBA akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan bulan ini.
Di domestik, pada Juli 2026 Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$0,12 miliar, ditopang oleh perdagangan non-migas yang mencatat surplus US$3,10 miliar. Sedangkan, perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar US$2,98 miliar.
"Support IHSG berada di level 6.620-6.650 sementara resist IHSG di rentang 6.700-6.720," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai informasi, Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis kemarin, setelah komentar Gubernur The Fed, Christopher Waller, meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,18 persen, S&P 500 menguat 1,06 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 1,40 persen. Sentimen pasar membaik setelah Waller mengatakan bahwa dirinya cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan The Fed, apabila data ekonomi mendatang mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Halaman Selanjutnya
Namun, Waller juga menegaskan bahwa dirinya akan mendukung kenaikan suku bunga, apabila inflasi tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

1 week ago
12













