Selasa, 8 September 2026 - 15:38 WIB
VIVA - Pemerintah mengusulkan peningkatan syarat masa tinggal untuk kewarganegaraan dari lima menjadi delapan tahun serta penerapan tes bahasa bagi para pemohon yang ingin menjadi WNI alias warga negara Irlandia.
"Langkah ini membuat kita lebih selaras dengan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya, terutama dengan memastikan masa tinggal ditingkatkan dari lima menjadi delapan tahun. Soal aspek bahasa, akan ada persyaratan kemampuan bahasa Inggris serta pengenalan dasar terhadap bahasa Irlandia," kata Perdana Menteri Irlandia Michael Martin, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal ini, lanjut dia, untuk memastikan bahwa status 'WNI' dibarengi dengan kemampuan untuk berkontribusi kepada masyarakat, serta menciptakan keseimbangan yang tepat antara kemandirian dan kemampuan mengurus diri sendiri, alih-alih bergantung sepenuhnya pada pihak lain.
Sementara itu, Menteri Kehakiman Irlandia Jim O'Callaghan dijadwalkan akan mengajukan usulan perubahan itu kepada Kabinet pekan ini sebagai bagian dari perombakan menyeluruh sistem naturalisasi Irlandia.
Para pemohon nantinya harus menunjukkan kemahiran berbahasa Inggris atau Irlandia, memiliki pengetahuan tentang kewarganegaraan Irlandia, serta membuktikan bahwa mereka mampu menopang diri sendiri secara ekonomi.
O'Callaghan menyebut usulan itu sebagai reformasi terbesar terhadap aturan menjadi WNI dalam satu generasi. Rancangan undang-undang tersebut juga akan menetapkan dasar hukum tersendiri untuk pencabutan kewarganegaraan atas alasan ketertiban umum dan keamanan nasional, serta dapat mencegah individu yang melanggar hukum imigrasi untuk memperoleh kewarganegaraan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rencana itu menuai kritik dari anggota parlemen oposisi dan kelompok pendukung isu imigrasi. Juru bicara bidang kehakiman dari Partai Buruh, Alan Kelly, mempertanyakan perlunya peningkatan masa syarat masa tinggal tersebut.
Sementara CEO kelompok pembela hak asasi Doras, John Lannon, menilai usulan itu "cukup keras" dan "tidak perlu". Ia menambahkan jika akses yang memadai ke kelas bahasa akan sangat diperlukan jika tes bahasa tersebut benar-benar diterapkan.
Gagal Pulang dari Hong Kong Gegara Erupsi Anak Krakatau, WNI Ini Malah Dapat Hotel Gratis dan Uang Makan
WNI gagal pulang dari Hong Kong akibat erupsi Anak Krakatau. Bukannya panik, ia justru mendapat extend hotel, bus gratis, dan uang makan dari maskapai.
VIVA.co.id
7 September 2026

6 days ago
8













