Imbas Perang AS-Israel Iran, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik

12 hours ago 2

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:16 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tak mengalami kenaikan meski harga minyak dunia melonjak imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

"Tidak ada kenaikan harga BBM ya. Kemarin udah disampaikan sama Pak Bahlil," ucap Aris kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 10 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, kata Aries, pemerintah melakukan koordinasi dan perhitungan matang terkait dampak perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap perekonomian nasional.

Ilustrasi Minyak Mentah

Photo :

  • CNBC Internasional

Maka itu, ia meminta agar masyarakat tak usah khawatir dengan gejolak ekonomi usai terjadinya perang Iran, Israel dan Amerika Serikat.

"Semuanya sudah dihitung ya. Pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat, nggak usah khawatir ya. Dengan adanya gejolak-gejolak perang antara Amerika, Israel, Iran itu," kata Aris
 
"Nggak ada masalah lah, fundamental ekonomi Indonesia kan kuat," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan pemerintah belum akan menaikkan harga BBM subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia, sebagai imbas dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurutnya, pemerintah masih memantau perkembangan konflik di kawasan tersebut dan dampaknya terhadap harga minyak mentah dunia sebelum mengambil langkah kebijakan lebih lanjut.

"Belum (menaikkan harga BBM subsidi). Kan (asumsi makro) APBN kita kemarin di 70 dolar AS per barel (ICP). Jadi kita tunggu saja," kata Airlangga di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2026.

Airlangga menerangkan pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kemungkinan dampak berkepanjangan dari konflik tersebut.

Kilang minyak Arab Saudi Aramco jadi sasaran serangan diduga Iran

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sampai kapan, ya perang bisa 3 bulan, bisa 6 bulan, bisa lebih. Jadi kita masing-masing (menyiapkan) ada skenario," ujarnya.

Adapun pakar energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti memprediksi, harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga US$100 per barel dari kisaran sekitar US$72 per barel apabila terjadi penutupan Selat Hormuz.

Ilustrasi Minyak Mentah

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Klaim Perang Iran Hampir Selesai

Harga minyak dunia turun setelah Donald Trump menyebut perang Iran hampir selesai. Pasar saham global menguat meski risiko gangguan pasokan energi masih tinggi.

img_title

VIVA.co.id

10 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |