Inalum Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar, Puluhan Relawan Grup MIND ID Padamkan Sekitar Operasional BAI

6 days ago 8

Senin, 7 September 2026 - 19:31 WIB

Jakarta, VIVA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)  terus memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Daerah itu diketahui merupakan wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha Inalum dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) yang mengoperasikan smelter grade alumina refinery (SGAR) beserta fasilitas-fasilitas pendukungnya. 

Diketahui bahwa sejak 24 Agustus 2026, Inalum dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, unsur pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat setempat telah melakukan pengendalian dan pemadaman pada sejumlah titik api. Upaya tersebut terus diperkuat mengingat sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus, di mana api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan sehingga membutuhkan pemantauan, penyisiran, dan pendinginan secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menegaskan bahwa kehadiran tim di lapangan tidak hanya diarahkan pada proses pemadaman, tetapi juga membantu mencegah penyebaran api dan mengurangi potensi dampak karhutla yang lebih luas.

“Keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Melati dikutip dari keterangannya, Senin, 7 September 2026.

Pada Jumat (4/9), Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Maroef Sjamsoeddin mengkoordinasikan langsung pengerahan  60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID untuk memperkuat tim yang telah bekerja di lapangan. Personil tersebut merupakan personal gabungan yang berasal  Inalum, Antam, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk. 

Maroef Sjamsoeddin menyampaikan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, Grup MIND ID hadir untuk membantu masyarakat serta memperkuat upaya pengendalian karhutla yang berdampak pada lingkungan maupun aktivitas sosial masyarakat. 

Halaman Selanjutnya

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujarnya saat meninjau daerah terdampak di Mempawah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |