Indonesia Open Makin Panjang Jadi 11 Hari, PBSI Rela Keluar Biaya Lebih Demi Status Turnamen Kelas Dunia

4 weeks ago 5

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:00 WIB

Jakarta, VIVA – Wajah baru Indonesia Open bakal terasa berbeda mulai musim ini. Bukan sekadar soal persaingan di lapangan, tetapi juga format turnamen yang lebih panjang dan padat. Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia atau PP PBSI memastikan mendukung penuh kebijakan terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF, meski konsekuensinya biaya operasional ikut membengkak.

Sebagai turnamen level Super 1000, Indonesia Open kini akan digelar selama 11 hari. Durasi ini lebih lama dibanding format sebelumnya, namun dinilai sebagai langkah strategis demi menjaga gengsi salah satu ajang bulutangkis paling prestisius di dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto menegaskan, keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, ada komitmen besar dari Indonesia untuk tetap sejalan dengan arah pengembangan bulutangkis global yang dirancang BWF.

"Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang," kata Bambang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 10 Februari 2026.

Meski begitu, PBSI melihat tambahan biaya tersebut sebagai investasi jangka panjang, bukan beban semata.

"Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF," lanjutnya.

Bukan hanya soal citra turnamen, perubahan format juga membawa dampak langsung bagi para atlet. Salah satu poin penting adalah bertambahnya jumlah peserta di sektor tunggal.

Jika sebelumnya hanya diikuti 32 pemain, kini kuota naik menjadi 48 atlet. Artinya, peluang wakil Indonesia maupun pemain dunia untuk tampil di panggung elite makin terbuka lebar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar," ujar Bambang.

Dari sisi teknis, PBSI turut memberi perhatian serius terhadap kebugaran dan daya tahan fisik para pemain. Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, jadwal laga dinilai menjadi lebih longgar sehingga atlet memiliki waktu istirahat dan pemulihan yang lebih memadai. Bambang berharap kondisi tersebut dapat membantu menjaga kualitas permainan sekaligus performa atlet tetap stabil sepanjang turnamen.

Halaman Selanjutnya

Tak hanya fokus pada aspek kompetisi, Indonesia Open juga akan dikemas dengan sentuhan hiburan. Bambang menjelaskan, tambahan hari penyelenggaraan membuka ruang untuk menghadirkan berbagai aktivitas dan elemen pendukung di luar pertandingan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |