Infrastruktur Digital Terus Berkembang, Banyak Pertumbuhan Industri Makin Bergantung

1 week ago 22

Rabu, 2 September 2026 - 21:04 WIB

VIVA – Perkembangan infrastruktur digital kini tidak lagi hanya berkaitan dengan pembangunan pusat data, jaringan internet, atau perangkat komputasi. Di balik ekspansi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan otomasi industri, terdapat kebutuhan besar terhadap listrik, sistem pendingin, jaringan transmisi, transformator, hingga berbagai solusi engineering.

Kondisi tersebut membuat industri energi dan engineering semakin memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi digital. Ketika kebutuhan komputasi meningkat, kapasitas infrastruktur fisik yang mendukungnya juga harus berkembang secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu pendorong utama perubahan tersebut adalah pertumbuhan data center. Menurut International Energy Agency (IEA), dikutip VIVA Rabu, 2 September 2026, konsumsi listrik data center meningkat 17 persen pada 2025. IEA memperkirakan konsumsi listrik seluruh data center secara global dapat meningkat dua kali lipat pada 2030, sementara konsumsi listrik data center yang berfokus pada AI berpotensi meningkat tiga kali lipat.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital secara langsung menciptakan kebutuhan baru bagi sektor kelistrikan. Server dengan kebutuhan komputasi tinggi membutuhkan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam, sekaligus sistem pendinginan yang mampu menjaga perangkat tetap beroperasi.

IEA memperkirakan pembangkitan listrik untuk memenuhi kebutuhan data center secara global akan meningkat dari sekitar 460 TWh pada 2024 menjadi lebih dari 1.000 TWh pada 2030. Energi terbarukan diperkirakan menyumbang hampir separuh tambahan pasokan listrik tersebut dalam lima tahun mendatang, disusul gas alam dan batu bara, sementara nuklir diperkirakan semakin berperan menjelang akhir dekade

Engineering Menjadi Bagian Penting

Pertumbuhan data center membuat kebutuhan engineering semakin kompleks. Pembangunan fasilitas digital berskala besar tidak cukup hanya dengan menyediakan bangunan dan server. Pengembang membutuhkan sistem kelistrikan, pendinginan, distribusi daya, proteksi, baterai, generator cadangan, serta sistem kontrol yang mampu bekerja secara terintegrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi ini membuka peluang bagi perusahaan engineering, manufaktur peralatan listrik, kontraktor, dan penyedia teknologi industri. Transformator, switchgear, sistem pendingin, perangkat distribusi daya, serta teknologi pengelolaan energi menjadi bagian yang semakin strategis dalam rantai pasok infrastruktur digital.

Industri Energi Ikut Berubah

Halaman Selanjutnya

Pertumbuhan digital juga membuat perusahaan energi harus menyesuaikan strategi. Jaringan listrik yang sebelumnya menghadapi pertumbuhan permintaan relatif stabil kini harus menghadapi beban besar dari data center, manufaktur semikonduktor, kendaraan listrik, dan proses industri yang semakin terdigitalisasi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |