Jakarta, VIVA – Momentum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 menjadi babak baru bagi Program Sekolah Rakyat. Secara bertahap, Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah mulai digunakan, dan memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tiga di antaranya berada di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bekasi di Cikarang, serta Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Dimulainya MPLS di tiga wilayah tersebut menandai transformasi nyata dari pembangunan infrastruktur menjadi ruang pendidikan, yang diharapkan mampu membuka akses pendidikan berkualitas sekaligus membentuk karakter generasi muda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi PT Brantas Abipraya (Persero) selaku penggarap proyek fisik Sekolah Rakyat, dimulainya MPLS di berbagai lokasi menjadi momentum penting, yang menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan berhenti pada penyelesaian fisik bangunan.
"Melainkan harus bermuara pada manfaat sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.
Sekolah Rakyat.
Photo :
- Dokumentasi Brantas Abipraya.
Dia mengatakan, perusahaan memandang pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kontribusi nyata BUMN konstruksi, dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Bagi Brantas Abipraya, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari selesainya bangunan, tetapi ketika fasilitas tersebut benar-benar hidup, digunakan, dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia.
"Dimulainya MPLS di berbagai daerah menjadi momentum bahwa infrastruktur yang kami bangun kini telah bertransformasi menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan,” ujarnya.
Diketahui, dalam masa MPLS di Nganjuk, seluruh siswa Sekolah Rakyat mulai menempati asrama dan mengikuti MPLS. Sekolah tersebut menaungi jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan total peserta didik yang telah terdaftar sebanyak 200 siswa.
Dalam kegiatan MPLS, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dibiasakan menerapkan pola hidup disiplin melalui tujuh kebiasaan positif, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, sarapan, belajar, bermasyarakat, hingga tidur lebih awal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, sebanyak ratusan peserta didik mengikuti MPLS dan mulai beradaptasi dengan kehidupan sekolah berasrama.
Konsep pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tapi juga mencakup pembentukan kemandirian dan kedisiplinan dalam aktivitas sehari-hari seperti menata tempat tidur, mencuci, menyetrika, bangun pagi, berolahraga, hingga mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan belajar.
Halaman Selanjutnya
Kemudian di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Utara juga resmi digelar pada hari yang sama. Pembukaan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, serta perwakilan Kementerian Sosial RI.

1 week ago
9













