Insentif SPPG Tak Lagi Rata Rp 6 Juta per Hari, Ini Bocoran Ketentuan Barunya

1 week ago 10

Jumat, 4 September 2026 - 00:06 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan besaran insentif bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tidak lagi disamaratakan Rp6 juta per hari dan akan disesuaikan dengan jumlah porsi yang diproduksi.

“Sekarang tidak, ya, tidak rata semua dapur semua kemudian dibayar Rp6 juta, itu tidak adil,” kata Sudaryono usai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Sudaryono, besaran insentif akan ditentukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk jumlah porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi setiap hari.

“Itu kan aturan dibuat oleh pimpinan sebelum saya. Ada dapur bikin 3.000 porsi, ada yang 2.000 porsi, ada yang dapur 2.500 porsi. Dibayar semua Rp6 juta, kan tidak adil, dong?” ucapnya.

Perubahan skema tersebut merupakan evaluasi terhadap kebijakan sebelumnya yang memberikan insentif dengan besaran sama kepada setiap SPPG.

Sudaryono mengatakan ketentuan baru akan diberlakukan dalam waktu dekat. BGN tengah menyiapkan peraturan kepala badan yang menjadi dasar perubahan skema insentif tersebut.

“Saya sudah mengajukan peraturan kepala badan yang harapannya di pekan ini itu sudah keluar sehingga rencana besok (Jumat (4/9)) atau Senin (7/9) saya mau umumkan perubahan insentif itu,” ujarnya. (Ant)

Kepala BGN Sudaryono

Bos BGN Benarkan Kantornya Bakal Pindah ke Graha Merah Putih Telkom

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono buka suara soal isu yang beredar bahwa kantor BGN akan pindah ke Graha Merah Putih milik PT Telkom Indonesia.

img_title

VIVA.co.id

4 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |