Jakarta, VIVA – Perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda, turut menggeser cara pandang terhadap hunian. Rumah kini tak lagi sekadar tempat tinggal, melainkan menjadi representasi identitas, kebutuhan emosional, hingga nilai-nilai personal penghuninya.
Tren ini semakin terlihat dalam perkembangan desain interior global, termasuk di Indonesia, di mana hunian dirancang secara lebih menyeluruh dengan memadukan estetika personal dan aspek keamanan material.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Konsep minimalisme pun mengalami transformasi. Tidak lagi identik dengan ruang kosong yang kaku dan steril, pendekatan ini berkembang menjadi lebih bermakna melalui prinsip “less but better”.
Artinya, setiap elemen dalam rumah harus memiliki nilai—baik dari segi fungsi, kualitas material, maupun dampaknya terhadap kenyamanan emosional penghuni.
Selain itu, muncul pula tren warm minimalism, yang menempatkan rumah sebagai ruang multifungsi: tempat bekerja, beristirahat, hingga memulihkan energi. Penggunaan material alami, tekstur berlapis, serta warna-warna hangat menjadi ciri khas yang menghadirkan suasana nyaman tanpa meninggalkan kesederhanaan.
Di tengah tren tersebut, sutradara sekaligus lifestyle influencer Kristo Immanuel membagikan pendekatannya dalam menciptakan hunian modern yang tidak hanya estetik, tetapi juga fungsional. Ia menekankan tiga aspek utama yang menjadi prioritasnya.
1. Layout Ruangan sebagai Fondasi Utama
Menurut Kristo, penataan layout menjadi langkah pertama yang tidak boleh diabaikan.
"Layout ruangannya dulu. Misalnya kamar tidur, ada tempat tidur di sini berarti colokannya dekat juga," kata Kristo Immanuel, dalam acara Peluncuran Produk Vivace E: The Evolution of Elegance and Functionally, di Jakarta, Rabu 29 April 2026
Penempatan furnitur hingga titik listrik harus direncanakan sejak awal agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis dan efisien. Layout yang matang juga membantu menciptakan alur ruang yang nyaman dan tidak membingungkan.
2. Estetika yang Selaras dengan Fungsi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah layout, estetika menjadi aspek penting berikutnya. Namun, Kristo Immanuel menekankan bahwa keindahan tetap harus berpijak pada fungsi.
"Estetika penting juga. Tapi kalau buat aku kembali lagi ke layout. Misalnya, TV mau ditempatin di sini, terus colokan di sebelah lainnya supaya ketutupan sama rak TV nya," jelas Kristo Immanuel.

4 hours ago
1



























