Instruksi Irjen Sandi ke Polres Jajaran Hadapi Karhutla di Sumsel

4 hours ago 5

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Palembang, VIVA – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho menekankan seluruh Polres jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Jumat 21 Agustus 2026.

Penekanan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya potensi Karhutla akibat kondisi cuaca kering di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arahan kepada jajaran tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi penanganan Karhutla bersama Wakapolri. Dalam pertemuan melalui Zoom Meeting, Kapolda melaporkan berbagai langkah yang telah dilakukan Polda Sumsel bersama TNI, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta seluruh stakeholder terkait.

Menurut Sandi, penanganan Karhutla di Sumatera Selatan sejak awal diarahkan tidak hanya pada aspek penanggulangan, tetapi juga memperkuat pencegahan. Pendekatan tersebut memungkinkan langkah sosialisasi, edukasi, mitigasi hingga penanganan kedaruratan dilakukan sejak dini.

“Memang titik api tidak bisa kita tolak, tetapi bisa kita cegah dan kita mitigasi. Upaya-upaya yang dilaksanakan selama ini sudah berjalan cukup bagus, tinggal dijaga dan ditingkatkan pelaksanaannya,” tegas Sandi.

Sandi meminta informasi titik panas yang diperoleh melalui sistem pemantauan seperti SiPongi maupun Lancang Kuning dapat segera diteruskan ke command center masing-masing Polres dan ditindaklanjuti oleh tim maupun Satgas yang telah dibentuk.

Berdasarkan informasi yang diterima saat arahan berlangsung, sebanyak 31 hotspot terpantau berada di wilayah Sumatera Selatan dengan konsentrasi antara lain di Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Kapolda meminta setiap temuan titik panas segera diverifikasi dan direspons sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.

“Langkah konkret apabila ada titik api itu yang perlu kita jadikan tolok ukur. Tim yang sudah dibentuk harus segera merespons dan menindaklanjuti,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain kesiapan personel, Kapolda menginstruksikan jajaran kembali mengecek embung, sekat kanal, sumber air serta ketersediaan sumur bor sebagai bagian dari kesiapan pemadaman. Kewaspadaan tersebut perlu ditingkatkan karena kondisi kekeringan mulai terlihat, termasuk penurunan permukaan Sungai Musi sekitar dua meter serta tidak adanya hujan selama hampir satu bulan.

Pada tingkat provinsi, penanganan Karhutla dilaksanakan secara terpadu melalui Satgas yang melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, TNI-Polri dan instansi terkait. Kapolda Sumsel bertindak sebagai Wakil Ketua Satgas, sementara Pangdam II/Sriwijaya sebagai Ketua Satgas.

Halaman Selanjutnya

Polda Sumsel juga telah mendukung upaya pencegahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebanyak 43 sorti penerbangan telah dilakukan. Dalam dialog bersama Wakapolri, Kapolda turut menyampaikan kebutuhan dukungan lanjutan modifikasi cuaca mengingat kondisi Sumatera Selatan yang telah cukup lama tidak diguyur hujan, termasuk dukungan sarana udara untuk mempercepat verifikasi maupun mitigasi di wilayah yang sulit dijangkau.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |