Intelijen Ukraina Sebut Rusia Rekrut 8 WNI Jadi Tentara, Diiming-imingi Gaji Besar

2 weeks ago 25

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:10 WIB

VIVA –Delapan warga negara Indonesia (WNI) disebut-sebut telah direkrut oleh Rusia untuk bergabung dalam angkatan bersenjata negara tersebut dan bertempur dalam perang melawan Ukraina. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Badan Intelejen Luar Negeri Ukraina. 

Dalam laporan yang dipublikasi melalui Telegram pada Kamis 27 Agustus lalu, badan intelejen Ukraina menyebut pihaknya telah memperoleh dokumen yang mengonfirmasi adanya perekrutan terhadap WNI tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Upaya tersebut menjadi salah satu cara Kremlin menambah kekuatan pasukannya dalam perang dengan merekrut warga negara asing. Kehadiran mereka juga dimanfaatkan sebagai bahan propaganda untuk menunjukkan seolah-olah Rusia mendapat dukungan dari berbagai negara di dunia.

Alasan lain meningkatnya perekrutan warga asing adalah semakin sedikit warga Rusia yang bersedia menandatangani kontrak untuk bergabung dengan militer.

Menurut intelijen Ukraina, ketidakpuasan masyarakat di Rusia terus meningkat di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi, perang yang berkepanjangan, serta kemungkinan digelarnya kembali gelombang mobilisasi.

"Kremlin sedang mencari pasukan baru sebagai umpan meriam di kepulauan Indonesia," demikian pernyataan tersebut.

Warga negara asing yang direkrut dijanjikan bayaran tinggi, pekerjaan yang tidak berkaitan dengan pertempuran, kemudahan mendapatkan kewarganegaraan Rusia, serta berbagai tunjangan sosial. Namun, banyak dari mereka tidak menyadari bahwa pada akhirnya mereka bisa dikirim ke medan perang.

Rusia sebelumnya menggunakan pola serupa untuk merekrut warga Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Setelah tiba di Rusia, banyak dari mereka langsung dikirim ke garis depan tanpa mendapatkan pelatihan militer yang memadai. Beberapa di antaranya bahkan tewas hanya dalam beberapa minggu pertama.

Pada April 2025, media independen Rusia Important Stories, dengan mengutip data yang bocor dari Unified Medical Information and Analytical System, melaporkan bahwa tentara bayaran dari sedikitnya 48 negara bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut laporan tersebut, lebih dari 1.500 warga negara asing kemungkinan telah direkrut ke dalam militer Rusia di Moskow saja selama April 2023 hingga Mei 2024.

Pada April 2026, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan lebih dari 300 tentara asing yang pernah bertugas di pihak Rusia kini ditahan sebagai tawanan perang di Ukraina.

Halaman Selanjutnya

Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, telah bergabung dalam daftar negara-negara yang telah dijadikan Kremlin sebagai sumber tenaga kerja murah untuk perang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |