Intelijen Ukraina Ungkap Daftar 8 Nama WNI yang Disebut Direkrut Rusia Jadi Tentara

1 week ago 23

Selasa, 1 September 2026 - 14:01 WIB

VIVA Delapan warga negara Indonesia (WNI) disebut-sebut telah direkrut oleh Rusia untuk bergabung dalam angkatan bersenjata negara tersebut dan bertempur dalam perang melawan Ukraina. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Foreign Intelligence Service of Ukraine atau Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina. 

"Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mengklaim telah memperoleh dokumen mengenai sedikitnya delapan warga negara Indonesia yang direkrut untuk bergabung dengan pasukan pendudukan Rusia," demikian seperti dikutip dari laman resmi mereka szru.gov.ua, Selasa 1 September 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan berita resmi yang dirilis pada 27 Agustus 2026 lalu berikut ini daftar nama 8 WNI yang disebut-sebut telah direkrut Rusia  untuk bergabung dalam angkatan bersenjata mereka.

  1. Yuda Putra Pratama (L) kelahiran 9 Agustus 1997
  2. Haryanto Dwi Kencana (L) kelahiran 14 Juli 1983
  3. Erwanda kelahiran 5 Agustus 1988
  4. Ngangun Hudri Fadli (L) kelahiran 17 September 1978
  5. Muhammad Syaripudin (L) kelahiran 3 Agustus 1994
  6. M. Hadi Maulana (L) kelahiran 7 April 1987
  7. Wahyu Oktavian Iskandar (L) kelahiran 22 Oktober 1985
  8. Helmi Nuraha Hakim (L) kelahiran 27 Januari 1983

Dijelaskan juga bahwa skema yang digunakan Moskow untuk merekrut warga asing sebagai pasukan perang telah diterapkan di puluhan negara lainnya. Tawaran berupa gaji tinggi, tugas non-tempur, proses memperoleh kewarganegaraan Rusia yang dipercepat, serta berbagai tunjangan sosial menjadi daya tarik bagi orang-orang yang dalam banyak kasus tidak mengetahui ke mana mereka sebenarnya akan dikirim.

Pola serupa sebelumnya diterapkan terhadap warga Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka akhirnya dikirim ke garis depan tanpa mendapatkan pelatihan yang memadai. Beberapa di antaranya bahkan tewas dalam beberapa minggu pertama setelah tiba di medan perang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia, sebagai negara dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, kini masuk dalam daftar negara yang disebut telah dimanfaatkan Kremlin sebagai sumber tenaga manusia murah untuk perang tersebut," demikian keterangan resmi dari situs tersebut.

Dijelaskan Kremlin juga bahwa setiap warga asing yang direkrut memiliki beberapa fungsi sekaligus. Mereka digunakan terutama untuk mengisi kekurangan personel di garis depan, sekaligus menjadi bahan propaganda untuk mendukung narasi tentang adanya dukungan global terhadap apa yang disebut sebagai “operasi militer khusus”.

Halaman Selanjutnya

Alasan lain di balik perekrutan warga asing adalah meningkatnya ketidakpuasan masyarakat Rusia terhadap kondisi sosial ekonomi, perang, serta rencana mobilisasi baru. Tingkat ketidakpuasan tersebut mencapai 69 persen. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan semakin sedikit warga Rusia yang bersedia mendaftar secara sukarela untuk bergabung dalam perang. Indonesia kini menjadi contoh terbaru dari pola tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |