Selasa, 1 September 2026 - 17:49 WIB
Jakarta, VIVA – Di tengah tuntutan industri yang kian dinamis dan mengutamakan keberlanjutan, kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kompetensi lintas bidang turut meningkat. Selain keahlian teknis, kemampuan dalam inovasi, teknologi hingga pengelolaan sistem menjadi semakin penting untuk mendukung transformasi serta daya saing sektor maritim dan industri di masa depan.
Menjawab tantangan itu Chevening-Babcock Scholarship membuka kesempatan emas bagi talenta Indonesia untuk melanjutkan pendidikan magister (S2) di Inggris Raya (UK) melalui skema beasiswa penuh dengan fokus khusus pada sektor maritim. Program ini merupakan bagian dari UK-Indonesia Maritime Partnership Programme (MPP), yang bertujuan mempererat kerja sama bilateral di bidang pertahanan maritim, perikanan, serta pengembangan kapabilitas industri dan keahlian profesional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejalan dengan agenda strategis tersebut, beasiswa ini memprioritaskan calon pemimpin masa depan di sektor maritim melalui berbagai pilihan bidang studi yang relevan seperti Shipbuilding & Design, Naval Architecture, AI & Automation, Advanced Manufacturing, System Integration, Environmental Sustainability, Fisheries Management, Supply Chain Management, dan Project Management (Maritime). Cakupan ini memberikan pilihan bagi calon penerima dari berbagai latar belakang akademik dan profesional untuk memperdalam kompetensi sekaligus memperoleh perspektif global terkait teknologi dan praktik industri modern.
Chevening Scholarship and Alumni Coordinator Vonny Lisayani menjelaskan, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama perusahaan pertahanan terkemuka Inggris, Babcock International Group (Babcock), membuka kesempatan bagi profesional muda, akademisi, dan calon pemimpin Indonesia di sektor maritim untuk mengembangkan kompetensi serta memperluas wawasan melalui pendidikan tinggi di UK.
"Selain mendukung pengembangan kapasitas individu, program ini juga mendorong lahirnya talenta muda yang nantinya diharapkan dapat berkontribusi terhadap inovasi dan perkembangan ekosistem maritim yang berkelanjutan di Tanah Air," ujar Vonny dikutip dari keterangannya, Selasa, 1 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam tiga tahun ke depan, tersedia 30 beasiswa penuh bagi warga negara Indonesia, dengan 10 penerima setiap tahun. Selain memilih program studi yang sesuai, calon penerima perlu memenuhi sejumlah persyaratan utama, meliputi kewarganegaraan Indonesia (WNI), kepemilikan ijazah sarjana (S1), serta pengalaman kerja minimal 2.800 jam setelah lulus S1. Pengalaman kerja yang dapat diperhitungkan mencakup pekerjaan full-time maupun part-time, kegiatan sukarela, serta magang berbayar maupun tidak berbayar.

1 week ago
20













