Investasi Proyek CA-EDC Senilai US$800 Juta Bisa Perkuat Ketahanan Industri Nasional, Ini Alasannya

1 week ago 8

Rabu, 2 September 2026 - 11:30 WIB

Jakarta, VIVA – Pembangunan fasilitas Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) memiliki arti strategis yang lebih luas dari sekadar penambahan kapasitas industri kimia nasional. Sebab, Indonesia juga membutuhkan ketersediaan bahan baku strategis dari dalam negeri agar rantai produksi lebih tangguh, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi, dan daya saing industri hilir semakin kuat.

Saat ini fasilitas CA-EDC yang dibangun oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA), merupakan proyek dengan nilai investasi lebih dari US$800 juta. Ke depan, proyek ini akan mendapatkan dukungan investasi dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA) sebagai mitra strategis. Hingga Juli 2026, progres pembangunan telah mencapai 72% dan proyek ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menilai pembangunan fasilitas CA-EDC memiliki arti strategis bagi struktur industri Indonesia. Menurutnya, peningkatan produksi domestik untuk bahan kimia krusial seperti soda kaustik dan ethylene dichloride (EDC) dapat memperkuat ketahanan pasokan bagi industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber pasokan luar negeri.

“Kehadiran fasilitas ini dapat memperkuat substitusi impor untuk bahan kimia krusial seperti soda kaustik dan ethylene dichloride. Dengan meningkatnya produksi dari dalam negeri, ketahanan pasokan bagi industri domestik akan semakin kuat dan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dapat ditekan,” ujar Esther dikutip dari keteragannnya, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Esther, dampak proyek CA-EDC juga tidak berhenti pada pengurangan impor. Fasilitas tersebut memiliki peran dalam mempercepat hilirisasi industri, karena produk yang dihasilkan menjadi bahan baku bagi berbagai industri, mulai dari sabun, deterjen, pemurnian alumina, kertas, hingga produk plastik dan konstruksi.

“Apabila rantai pasoknya juga melibatkan UMKM dan pelaku usaha lokal, multiplier effect-nya akan semakin besar, baik melalui penciptaan lapangan kerja maupun pembentukan ekosistem industri kimia yang lebih kuat,” ujarnya.

Signifikansi CA-EDC semakin besar karena produk yang dihasilkan merupakan bahan baku penting bagi berbagai sektor industri. Soda kaustik digunakan antara lain untuk produksi sabun dan deterjen serta pemurnian alumina, sementara EDC menjadi bahan penting dalam industri kimia dan plastik. Ketersediaan bahan baku tersebut di dalam negeri akan memberikan kepastian pasokan sekaligus memperkuat daya saing industri hilir.

Halaman Selanjutnya

Dari sisi substitusi impor, produksi soda kaustik cair CA-EDC berpotensi menggantikan impor hingga 827 ribu ton per tahun, dengan nilai sekitar US$293 juta atau Rp4,9 triliun. Sementara itu, produksi EDC diarahkan untuk pasar ekspor dengan potensi menghasilkan devisa hingga US$300 juta atau sekitar Rp5 triliun per tahun.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |